"Lewat Djam Malam" Diputar di London Film Festival 2012

Kompas.com - 23/10/2012, 10:36 WIB
EditorAti Kamil

LONDON, KOMPAS.com -- Film klasik Lewat Djam Malam, arahan sutradara Usmar Ismail, digemari oleh para penonton di Inggris dalam London Film Festival ke-56, yang diadakan oleh British Film Institute (BFI) di Southbank, London, Jumat lalu (19/10/2012) waktu setempat.

"Proses restorasi film Lewat Djam Malam, yang dalam bahasa Inggris After the Curfew, sangat bagus, apalagi menelan biaya yang tidak sedikit," ujar Prof Matthew Isaac Cohen dari Royal Holloway, University of London, kepada ANTARA London, Jumat malam.

Lebih dari 100 pengemar film di London menikmati film terbaik pada Festival Film Indonesia (FFI) 1955 itu.  dalam London Film Festival 2012, yang menampilkan film terbaik dari berbagai negara dan berlangsung pada 10-21 Oktober 2012.

Film tersebut menampilkan aktor bernama AN Alcaff dan aktris Netty Herawati sebagai para pemeran utama, serta bintang yang terkenal saat itu, Bambang Hermanto, dan aktris Dhalia sebagai para pemeran pendukung. Lewat film itu, AN Alcaff terpilih menjadi aktor terbaik pada FFI 1955. Menurut Cohen, Usmar Ismail itu belajar tentang film di AS, yang menjadi kiblat dalam industri film dunia, sehingga tidak heran film karyanya sangat menyentuh.

Film itu berhasil direstorasi oleh World Cinema Foundation (WCF), yayasan milik sutradara Martin Scorsese, bekerja sama dengan National Museum of Singapore (NMS). Kineforum, Konfiden, dan Sinematek Indonesia juga terlibat dalam usaha pelestarian film tersebut.

Restorasi itu dilakukan di Laboratorium L'Immagine Ritrovata, Bologna, Italia. Restorasi tersebut dilakukan dari Agustus 2011 hingga beberapa bulan menjelang pemutaran perdana film itu pada 2012.

Biaya restorasi film itu, yang mencapai 200.000 dollar Singapura atau kira-kira Rp 1,4 miliar, ditanggung oleh NMS. Sementara itu, World Cinema Foundation, lembaga yang juga berfokus pada pelestarian film dunia, menyumbang kira-kira 50.000 euro atau kira-kira Rp 700 juta.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Istri Cohen, Aviva Kartiningsih, mengatakan bahwa film Lewat Jam Malam, yang diputar hanya sekali di Southbank, London, lebih bagus ketimbang waktu ditayangkan di televisi di Tanah Air pada 1980-an. "Saya ingat dulu waktu film itu diputar masih banyak garis-garis," ujar Aviva.

Setelah direstorasi, film karya Bapak Perfilman Indonesia itu kembali diputar di bioskop di Jakarta dan Bandung pada Juni 2012. Sebelumnya, film tersebut juga diputar di NMS dan sesi Cannes Classics dalam Festival Film Cannes, Perancis, pada  Mei 2012.

Naskah cerita dan skenario film ini ditulis oleh Asrul Sani, yang di kemudian hari dikenal sebagai sutradara film dan sastrawan besar. Latar kisahnya mengambil lokasi di Bandung, sepuluh tahun setelah Indonesia mengumumkan kemerdekaan. Ketika itu, situasi sosial dan politik masih tidak menentu dan tentara memberlakukan aturan jam malam.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.