Kompas.com - 24/10/2012, 15:39 WIB
EditorI Made Asdhiana

"Jangan tinggalkan apa pun kecuali telapak kaki, dan jangan mengambil apa pun kecuali foto."
 
KOMPAS.com — Itulah tulisan yang terpampang di salah satu pintu masuk ke Alas Purwo, di Banyuwangi, Jawa Timur. Sebuah pesan kuat bagi siapa pun agar turut menjaga kelestarian hutan yang berusia sangat tua di ujung timur Pulau Jawa.

Memiliki luas sekitar 43.420 hektar, hutan ini terus dijaga dan dilindungi dari tangan-tangan keji perusak alam. Alas Purwo merupakan hutan tropis alami, dan termasuk yang tertua di Pulau Jawa.

Taman Nasional Alas Purwo dikenal juga sebagai hutan hujan paling alami di Indonesia, bahkan mungkin di Asia. Di Taman Nasional Alas Purwo, Anda dapat melihat banteng jawa, burung merak, babi hutan, rusa, dan hewan lainnya termasuk harimau jawa.

Ada pepohonan menjulang berukuran besar dengan umur ratusan tahun di sini. Pohon tersebut berdiameter rata-rata 30 cm dan tinggi 10-15 meter. Tanaman yang berhasil diidentifikasikan hingga 2002 ada sekitar 580 jenis.

Anda akan menikmati indahnya hutan sawo kecik (Manilkara kauki) dan bumbu manggong yang dominan. Pohon lainnya adalah nyamplung (Calophyllum inophyllum), ketapang (Terminalia catappa), dan kepuh (Sterculia foetida).

Menyusuri jalanan hutannya, Anda akan disambut suara kicau burung trucak bali, trucak hijau, dan hewan lainnya.

Sesekali Anda mungkin menemui beberapa kijang (Muntiacus muntjak), kera berekor panjang, lutung, ayam hutan, burung kangkareng (Anthracoceros coronatus), rangkong, dan cekakak jawa, abu-abu (Macaca fascicularis), rusa (Cervus timorensis), ayam hutan (Ghalus ghalus), rangkong (Buceros undulatus), dan bisa juga bertemu kibasan indahnya ekor merak (Pavo muticus).

Anda dapat memuaskan kegemaran berpetualang menembus hutan, mengamati satwa di Sadengan, atau berkunjung ke gua-gua mistis. Gua-gua di wilayah ini di antaranya adalah Gua Istana, Gua Putri, dan Gua Padepokan.

Ada pula Gua Macan yang dianggap memiliki nuansa mistis tinggi. Menurut cerita masyarakat setempat, di tempat tersebut Bung Karno pernah bertapa. Gua-gua tersebut dapat dicapai dari Pos Pancur sejauh 2 km dengan berjalan kaki.

Taman Nasional Alas Purwo benar-benar hutan tua, tempat yang dapat menginspirasi cerita-cerita kuno komik dan film silat. Sejatinya memang dahulu hutan ini menjadi tempat orang tertentu menguatkan kesaktian ilmu kanuragan atau bagi mereka yang melepaskan diri dari kehidupan duniawi.

Selain gua meditasi, ada juga pura Hindu yang berumur sangat tua. Uniknya tempat peribadatan ini berada di tengah hutan Taman Nasional Alas Purwo. Pura tersebut bernama Pura Luhur Giri Salaka dan masih banyak dikunjungi pemeluk Hindu pada hari suci Pagerwesi setiap 210 hari.

Masyarakat yang tinggal di sekitar Alas Purwo mayoritas berasal dari Mataraman Kuno yang berbudaya Jawa tradisional. Karena itu, tradisi kejawen masih lestari di sini seperti bertapa atau bersemadi yang masih sering dilakukan masyarakatnya.

Pada hari-hari tertentu seperti malam 1 Sura, bulan purnama, atau bulan mati, masyarakat Hindu Bali dan ahli kebatinan Jawa sengaja datang ke taman nasional ini untuk meditasi atau melaksanakan upacara keagamaan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.