Nikita Mirzani Mengaku Kapok Jadi Tahanan

Kompas.com - 11/12/2012, 17:28 WIB
EditorAti Kamil

JAKARTA, KOMPAS.com — Pembawa acara, model, dan pemain film Nikita Mirzani  hampir dua bulan mendekam dalam Rumah Tahanan Polda Metro Jaya berkaitan dengan kasus pemukulan yang diduga dilakukan olehnya di sebuah kelab di Kemang, Jakarta Selatan. Selasa  (11/12/2012) ini, permohonan penangguhan penahanan pemilik tubuh bertato itu telah dikabulkan oleh Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan.

Ibu satu anak ini pun mengungkapkan perasaannya berada di balik jeruji besi. "Seminggu pertama shock, nangis terus, enggak napsu makan. Mau tidur, (sel) dikunci gembok, kerasa banget. Sempet sakit juga," kenangnya dalam wawancara di Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan, kawasan Jalan Simatupang, Selasa ini.

Namun,  Nikita kemudian mencoba berdamai dengan keadaan tersebut dan mulai bisa beradaptasi. Ia juga bersyukur bahwa teman satu selnya dan para penjaga rumah tahanan itu bersikap baik kepadanya. Meski begitu,  ia tentu saja tidak mau lagi mendekam dalam rumah tahanan.

Nikita mengaku akan berhati-hati dalam bertindak. Ia juga memilih memusatkan diri kepada pekerjaan dan mengurus anak semata wayangnya.

"Kapok. Sekarang lebih konsen sama kerjaan dan anak saja. Pasalnya, teman yang sudah dianggap kayak kakak sendiri, sudah Niki belain, enggak muncul, kasih support juga enggak. BBM (contact) di-delete, (nomor telepon) HP diganti," keluhnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Goenawan Mohamad tentang Gandari, 'Tempo', dan Don Quixote

Goenawan Mohamad tentang Gandari, "Tempo", dan Don Quixote

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X