Jadi Santri, Adipati Dolken Rela Hitamkan Kulit

Kompas.com - 31/12/2012, 08:23 WIB
EditorEko Hendrawan Sofyan
SOLO, KOMPAS.com -- Aktor Adipati Dolken (21) rela mencoklatkan kulit (tanning) demi menghayati perannya sebagai Harun, salah satu santri KH Hasyim Asy’ari, dalam film Sang Kyai. Ia pergi ke salah satu gili atau pulau di Lombok selama tiga hari. Pagi hari ia mengelilingi gili sebanyak tiga kali, dilanjutkan duduk-duduk di pantai sambil membaca buku atau merenung.

”Saya mengendapkan diri karena harus memerankan santri yang gerak lakunya beda dengan keseharian saya yang tipikal anak muda sekarang,” kata Adipati di sela-sela shooting film Sang Kyai di gedung Dewan Harian Cabang (DHC) ’45 di Kota Solo, Jawa Tengah, beberapa waktu lalu.

Adipati merasa senang mendapat kesempatan main dalam film Sang Kyai yang menggambarkan kisah KH Hasyim Asy’ari yang menggerakkan semangat perlawanan terhadap penjajah. Ia mengakui, selama ini hanya sekadar mengetahui nama Hasyim Asy’ari tanpa memahami secara mendalam kisah kehidupannya yang penuh inspirasi.

”Selama ini saya lebih banyak berperan di film-film drama yang berkisah tentang anak muda,” kata Adipati.

Ia pun rela wajahnya tampak hitam berhias arang dan logatnya dibuat medok Jawa. Harun sebenarnya tokoh fiktif. Namun, tokoh ini kemudian diposisikan sebagai salah seorang santri kesayangan KH Hasyim Asy’ari. ”Seru, apalagi banyak adegan perang. Saya paling suka bagian perang-perangan,” pungkasnya. (eki)



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X