Kuasa Hukum: Nassar Suka Pamer Harta, Penculik Beraksi

Kompas.com - 29/01/2013, 18:34 WIB
EditorAti Kamil

JAKARTA, KOMPAS.com -- Fadlun Haryanto (29), tersangka pelaku tindak pidana penculikan anak tiri penyanyi dangdut Nassar, Siti Nurjanah atau Nana, meminta maaf atas kejahatan yang telah dilakukannya. Ia juga mengaku khilaf karena Nassar suka pamer harta melalui media.

Hal itu diumumkan oleh Fadlun melalui kuasa hukumnya, Fransisca Indrasari. "Karena klien kami terkena pasal penculikan dan kejahatan terhadap anak dan diancam hukuman di atas 12 tahun penjara, maka kami diminta Polda (Metro Jaya) untuk memberikan bantuan hukum untuk mengawal masalah ini supaya tidak ada diskriminasi hukum. Perlu diketahui, klien kami sudah memohon maaf kepada keluarga Bapak Nassar dan Ibu Muzdalifah," jelas Fransisca dalam jumpa pers di Gedung Konica Lantai 3A, Jalan Gunung Sahari No 78, Jakarta Pusat, Selasa (29/1/2013).

Kepada Fransisca, lelaki kelahiran Jambi itu mengaku khilaf setelah melihat media yang sering memublikasi harta kekayaan Nassar bersama Muzdalifah. "Pada awalnya dia (Fadlun) membaca majalah, (melihat berita) di televisi, kalau Bapak Nassar ini suka pergi ke mana-mana dan banyak uang," terang Fransisca.

Dengan kondisi keuangan yang kurang di perantauan, akhirnya Fadlun menjadi khilaf. "Memang dia sudah delapan tahun merantau dan belum bisa membawa pulang uang ke kampungnya di Jambi. Pas dia lihat di berita soal Nassar, dari situ lah kekhilafan itu terjadi," cerita Fransisca.

Selama tiga bulan Fadlun mulai memantau kebiasaan keluarga Nassar dan Muzdalifah. Hampir setiap hari Fadlun mengamati, hingga ia tahu di mana Nana bersekolah. "Tanpa sadar, dia teriming-imingi karena uang. Motivasi dia memang uang, tidak ada yang lain, karena ketika dia pulang kampung dia mau mengobati ibunya yang lumpuh," terang Fransisca.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

 

Konten pilihan untukmu

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.