Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Hotman Paris: Raffi Tak Pantas Ditahan karena "Methylone"

Kompas.com - 03/02/2013, 11:34 WIB
EditorLaksono Hari W

JAKARTA, KOMPAS.com — Pengacara Hotman Paris Hutapea tidak setuju bila artis Raffi Ahmad ditahan karena mengonsumsi zat narkotika yang belum diatur dalam undang-undang. Menurut Hotman, Raffi tidak seharusnya dijerat karena disebut memiliki narkoba jenis methylone.

Badan Narkotika Nasional (BNN) menahan Raffi karena terbukti mengonsumsi zat methylone. Zat ini merupakan zat turunan (derivatif) dari cathinone atau katinon. Karena merupakan zat baru, nama zat methylone tidak tercantum dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Adapun katinon atau katinona termasuk dalam narkotika golongan I.

Meskipun tidak menjadi kuasa hukum Raffi, Hotman tergelitik dengan kasus Raffi yang menurutnya ganjil. Hotman mengatakan, zat methylone belum diatur di undang-undang sebagai narkoba Golongan I sehingga tidak tepat jika seseorang ditahan karena mengonsumsi zat tersebut. Ia menilai apa yang dilakukan Raffi tidak dapat disebut tindak pidana karena zat methylone itu belum diatur undang-undang tersebut.

"Enggak ada, golongan I jelas-jelas tidak ada methylone, sampai 65 (jenis berdasarkan UU) tidak ada. Kalau disebut mirip, berapa persen (kemiripannya), di undang-undang tidak ada kata-kata turunan boleh dipidana," ujar Hotman.

Hotman mendesak agar pemerintah segera menerbitkan undang-undang baru terkait methylone. "BNN sudah hebat, tapi khusus ini kembali ke negara hukum, bebaskan 7 (orang yang ditahan) ini sepanjang menyangkut methylone. Kalau mau lindungi, terbitkan dulu undang-undangnya," ujarnya.

Raffi Ahmad dikenakan Pasal 111, 112, 132, 133, dan Pasal 127 dalam Undang-Undang Narkotika Nomor 35 Tahun 2009. Raffi telah memenuhi beberapa unsur dalam pasal itu, yakni memiliki, menyimpan, menyediakan, memberikan kemudahan, dan menyalahgunakan narkotika. Oleh sebab itu, Raffi terancam hukuman penjara minimal 4 tahun dan maksimal 15 tahun.

Adapun enam orang lain hanya disangkakan Pasal 127 Undang-Undang Narkotika Nomor 35 Tahun 2009. Hal tersebut menunjukkan bahwa WT, MT, RJ, MF, KA, dan JA terbukti dalam unsur menyalahgunakan narkotika. Enam orang itu pun terancam satu tahun penjara dan wajib menjalani rehabilitasi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca tentang
    Video rekomendasi
    Video lainnya
    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


    27th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
    komentar di artikel lainnya
    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
    Close Ads
    Verifikasi akun KG Media ID
    Verifikasi akun KG Media ID

    Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

    Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+