Tompi: Jangan Salah Paham dengan Tren Wajah Korea

Kompas.com - 09/02/2013, 09:17 WIB
EditorEko Hendrawan Sofyan

JAKARTA, KOMPAS.com -- Bagi penyanyi Tompi (34), menjadi dokter bedah plastik dan penyanyi sama-sama menjadi hal yang ia rindukan. Namun, saat ini dia mengutamakan profesinya sebagai dokter. ”Menjadi dokter bedah itu yang utama, menyanyi sesekali saat akhir pekan saja,” tuturnya, pekan lalu.

Ia menyatakan senang melakukan operasi. ”Kalau enggak, badan rasanya gimana gitu,” kata pemilik nama lengkap Teuku Adifitrian itu. Sehari ia bisa melakukan operasi empat sampai lima kali. ”Pukul 08.00-17.00 atau 18.00 jam kerja sebagai dokter. Jarang praktik sampai malam,” ungkapnya.

Setelah itu ia menghabiskan waktu bersama keluarga, termasuk jalan-jalan. ”Minggu depan menyanyi di Hongkong. Aku berangkat mepet. Selesai menyanyi langsung pulang. Yang pasti, aku harus belajar tidur di pesawat agar bangun tidur badan terasa segar,” katanya tertawa.

Terkait dengan tren punya wajah seperti artis Korea, Tompi mengingatkan agar pasien tak salah paham. Orang Korea punya hidung tipis. Jika ujungnya sedikit diangkat akan kelihatan mancung. Sementara orang Indonesia punya hidung tebal. Jika diangkat, hasilnya tak sebagus orang Korea. ”Lagi pula, cantik tak hanya satu faktor, hidung atau mata, tetapi proporsional dengan wajahnya,” ujar pelantun lagu berjudul ”Sedari Dulu” itu. (TRI)

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

 

Konten pilihan untukmu

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.