Sam Bimbo Gemas Pembajakan

Kompas.com - 15/02/2013, 11:19 WIB
EditorEko Hendrawan Sofyan

BANDUNG, KOMPAS.com -- Samsudin Hardjakusumah atau Sam Bimbo (70) sedikit lega ketika Senin (11/2/2013) lalu melihat sekitar 5 ton VCD dan DVD bajakan hasil sitaan Tim Penyidik Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual dari tiga toko di Plaza Glodok, Jakarta.

”Ini pembajakan terbesar dalam sejarah (industri) musik di Indonesia. Hasil bajakan itu diangkut satu truk dan itu pun baru dari satu toko,” kata Sam yang bersama adik-adiknya, Acil, Jaka, dan Iin, tergabung dalam Bimbo.

Akan tetapi, Sam juga masih prihatin dan gemas karena selama puluhan tahun pelaku pembajakan belum pernah mendapat hukuman yang setimpal dengan kerugian negara yang, kata Sam, sampai triliunan rupiah. Pihak yang lebih dirugikan adalah seniman yang hidup dari kreativitas mencipta.

”Mereka (pembajak) belum ada yang dipidanakan. Mereka selalu bebas dan membajak lagi. Tahun 2012 serasa padamlah musik pop Indonesia,” kata penggubah lagu ”Tuhan” itu.

Ia berterima kasih kepada jajaran Kementerian Hukum dan HAM yang menggerebek pedagang barang bajakan tersebut. Ia berharap langkah itu terus berlanjut. ”Mudah-mudahan dunia musik Indonesia tahun 2013 akan take off lagi,” kata Sam.

”Kami, seniman, insan musik, serius ingin bekerja. Dasarnya adalah moral yang baik,” kata Sam. (XAR)

 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X