PADI Tak Berkarya, Piyu Dibenci Penggemar

Kompas.com - 20/02/2013, 11:03 WIB
EditorAti Kamil

JAKARTA, KOMPAS.com -- Grup musik PADI bagai tumbuhan padi yang layu karena lama tak muncul dengan karya dalam industri musik Tanah Air. Karena hal itu, Satriyo Yudi Wahono atau Piyu (39), motor sekaligus gitaris PADI menerima banyak protes dari para penggemar PADI.

"Saya dibenci penggemar. Ada lovers and haters. Saya dianggap biang kerok PADI pecah, bubar," kata Piyu dalam wawancara di Senayan City, Jakarta, Selasa (19/2/2013).

Piyu memang tidak mengungkapkan secara gamblang mengapa band yang dibentuknya bersama Fadly (vokal), Ari (gitar), Rindra (bas), dan Yoyo (drum) pada 8 April 1997 itu tak lagi bersuara. Satu yang diungkapkannya, pembajakan yang masih tinggi membuat ia menahan karyanya.

Ayah tiga anak ini juga berjanji, jika PADI kelak tampil lagi, itu tidak untuk sekadar lewat saja, tapi menghadirkan warna yang cerah dan mencolok. "Kondisi industri seperti sekarang ini bukan saat yang tepat untuk berkarya. Nanti, saya buat karya, dibajak. Tapi, buat saya PADI masih sakral. Kalau saya sama PADI, harus buat karya yang bagus," tekadnya.

Di lain sisi, Piyu bersyukur karena bisa menjalani aktivitas yang tak bisa ia lakukan jika sibuk dengan PADI. Kegiatan sosial, salah satunya. Ia juga menekankan bahwa ia masih berkomunikasi dengan baik dengan para personel lain PADI.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X