Kuasa Hukum Yuni Pertanyakan Keaslian "Print Out" SMS Bocor

Kompas.com - 06/03/2013, 14:28 WIB
EditorEko Hendrawan Sofyan

JAKARTA, KOMPAS.com — Minola Sebayang, kuasa hukum Yuni Shara, mempertanyakan legalitas print out sms antara Yuni dan salah satu perwira di kepolisian yang tersebar dua hari belakangan ini.

Menurutnya hal terpenting bukan benar atau tidaknya bukti SMS tersebut, melainkan bagaimana dan siapa yang menyebarkannya. "Hati-hati penyadapan itu ilegal, berani enggak yang menyebarkan mempertanggungjawabkannya secara hukum?" ujar Minola saat dihubungi wartawan, Rabu (6/3/2013).

Seperti diberitakan, beberapa lembar print out yang berisi percakapan Yuni Shara dengan pria bernama Teddy Minahasa, yang disebut-sebut sebagai seorang perwira di kepolisian, beredar. Dalam pembicaraan tersebut, Yuni melaporkan bahwa di kediaman Raffi kerap digunakan sebagai tempat kegiatan penyalahgunaan narkoba.

Terkait beredarnya isi percakapan melalui SMS itu, Minola menantang pihak yang menyebarkan agar berani membuktikan keabsahannya. "Kalau gentle sebenarnya jangan 'main belakang', muncul dan buktikan jika print itu benar, termasuk cara mendapatkannya," lanjutnya lagi.

Minola tidak mau menanggapi terlalu jauh hal tersebut karena bukti itu masih tidak jelas siapa yang menyebarkan. Ia juga mengaku baru mengetahui hal tersebut. "Kalau tidak ada sumbernya berarti dari 'hantu', lalu kalau begitu buat apa kita tanggapi sesuatu yang tidak jelas asal-usulnya," tekannya.

Baca tentang


    Rekomendasi untuk anda
    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X