Erwin Gutawa: "DARR" Sama dengan Chrisye atau KD

Kompas.com - 21/03/2013, 21:02 WIB
EditorAti Kamil

JAKARTA, KOMPAS.com -- Sejak awal, ketika pencipta lagu, pemusik, dan produser musik Erwin Gutawa bersama putrinya, vokalis Gita Gutawa, merancang penemuan penyanyi belia berbakat melalui program Di Atas Rata-Rata (DARR), mereka bersepakat untuk mencipta sebuah album kompilasi untuk 13 anak yang terpilih.

"Dari obrolan saya sama Gita, sejak awal kami sudah sepakat bikin album. Kami akan merilis sebuah album, besok (Jumat) resminya," ujar Erwin, yang didampingi oleh Gita bersama 13 anak DARR berkunjung ke kantor Redaksi Kompas, Jakarta, Kamis (20/3/2013).

Untuk album yang diberi judul Di Atas Rata-Rata tersebut, Erwin menginginkan beragam jenis musik tertuang di dalamnya sesuai karakter vokal yang dimiliki oleh Noni (soul), Woro (sinden), Kanya (jazzy), Rafi (jazzy), Dian (klasik), Ari (pop), Sensen (rock dan R&B), Aorea (Naomi, Rara, dan Dea; black music), dan Boy Sopranos (Christo, Moses, dan Sabian; sopran).

"Jadi, saya bilang harus bermacam-macam warna, harus ada yang tradisi. Mereka akan menyanyi sesuai genrenya," ujar Erwin.

Meski anak-anak tersebut masih berusia sembilan sampai 13 tahun, Erwin tetap meramu album Di Atas Rata-Rata seserius album mendiang vokalis Chrisye atau album penyanyi Krisdayanti (KD), yang pernah digarapnya.

"Dengan kemampuan yang bagus, saya tinggal men-treat mereka seperti proses rekaman albumnya Chrisye atau Krisdayanti. Musisi yang terlibat itu beneran musisi. Seperti Kanya yang jazzy itu diiringi pemain bas Barry Likumahuwa," ungkap Erwin.

Lagu-lagu yang dibawakan oleh 13 anak tersebut merupakan lagu-lagu orang dewasa yang didaur ulang oleh Erwin. Sementara itu, bersama Gita, ia juga mengganti lirik lagu-lagu itu, disesuaikan untuk usia anak.

"Saya sama Gita menyesuaikan liriknya, seperti Sensen nyanyikan 'Apanya Dong' (ciptaan) Titiek Puspa menjadi lirik untuk anak," jelas Erwin.

Sebuah lagu sengaja dicipta sebagai napas dari album Di Atas Rata-Rata. "Karena banyak penyanyinya harus ada satu lagu yang dinyanyikan, akhirnya aku ciptain 'Jangan Remehkan', ini napas album ini. Soalnya, waktu aku masih kecil pas ikut paduan suara, aku berpikir anak-anak itu jangan sampai jangan diremehkan, bahwa mereka anak-anak sudah bisa seperti ini standarnya," kata Gita.

"Jadi enggak ada lagi yang nyanyi 'Burung Kakatua' (secara biasa saja). Kalau boleh ditantang, Rafi bisa nyanyi 'Burung Kakatua' dengan sketch-nya dia yang ala jazz," timpal Erwin lalu tertawa.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

 

Konten pilihan untukmu

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.