Belum Cukup Bukti, FPI Tolak Permintaan Adi Bing Slamet

Kompas.com - 01/04/2013, 20:22 WIB
EditorEko Hendrawan Sofyan

JAKARTA, KOMPAS.com -- Front Pembela Islam (FPI) mengaku siap menyerbu rumah Eyang Subur bila perlu menariknya paksa untuk masuk ke dalam penjara. Tapi sampai saat ini, pihaknya tidak berhak melakukan tersebut karena belum memegang bukti kuat yang menyatakan Subur bersalah dan memiliki ajaran sesat.

"Kalau ada buktinya, sekarang juga serang, masukan ke dalam penjara, itu sudah sesat tapi jangan nuduh orang aliran sesat, kan yang bisa (menentukan sesat/tidak) MUI," kata Habib Selon, Ketua DPD FPI Jakarta, saat ditemui di kawasan Petamburan, Jakarta, Senin (1/4/2013).

"Kami sebagai FPI tidak mempunyai hak untuk mengeksekusi (Subur) saat ini. Karena meskipun kami di FPI, kita punya prosedur yang harus kami taati," lanjutnya.

Diakui Habib, Adi memang telah meminta pihaknya untuk menyerbu kediaman Subur. Namun hal itu secara tegas ditolaknya, sebab FPI hanya menerima laporan dan tidak akan 'mengeksekusi' sebelum menemukan bukti kuat.

"Jadi kalau kami diminta buat mengeksekusi, maaf, kami bukan centeng. Karena dari pihak pelapor (Adi Bing Slamet) maunya serbu, bakar, pukul. Kita bukan begitu," tambahnya.

Kabar yang menyebutkan FPI disuap oleh Subur, Habib secara tegas menampiknya. Ia bahkan menantang untuk membuktikan kabar itu, jika tidak mereka akan menuntut pihak yang menyebarkan kabar FPI diberi suap berupa uang maupun mobil. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

     

    Konten pilihan untukmu

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.