Pihak Gannas: Penyalahguna Narkoba Harus Diperlakukan Seperti Raffi

Kompas.com - 28/04/2013, 16:56 WIB
EditorAti Kamil

JAKARTA, KOMPAS.com -- Langkah menjadikan Raffi Ahmad tahanan kota, disambut baik oleh Ketua Umum Gerakan Anti Narkoba Nasional (Gannas), I Nyoman Adi Feri. Menurutnya, para penyalahguna atau pecandu narkoba sebaiknya menjadi tahanan kota, sedangkan para pengedar narkoba dipidanakan.

"Walaupun terlambat, ini tetap baik. Warga negara yang pengguna narkoba diberikan tahanan kota. Ini baru terjadi," kata Adi, yang diwawancara ketika berkunjung ke rumah Raffi di kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Minggu (28/4/2013).

Pihak Gannas berharap hal itu kelak juga diberlakukan kepada para penyalahguna atau pecandu narkoba secara umum dan akan mendesak Presiden untuk mengeluarkan Peraturan Pengganti Undang-undang untuk menguatkan hal tersebut.

"Gannas mendesak Presiden mengeluarkan Peraturan Pengganti Undang-undang untuk tidak mempidanakan pecandu, yang dipidanakan adalah pengedar. Jadi, cukup tahanan kota saja seperti Rafii," kata Adi lagi.

Alasannya, lembaga pemasyarakatan (lapas) sudah terlalu penuh. Kebanyakan tahanan lapas merupakan penyalahguna atau pecandu narkoba. "Lapas ini kan overload 30 persen. Toh, di dalam (tahanan) sana malah banyak peredaran narkoba," ujarnya.

Menurutnya pula, memidanakan para penyalahguna atau pecandu narkoba sudah terbukti kurang efektif dalam menekan jumlah mereka. "Sekarang itu tidak berhasil, karena di dalam itu ada 15.000 pecandu narkoba. Jadi, istilahnya, di dalam itu seperti kambing masuk kandang harimau," tekannya.

Pihak Gannas pun berharap Presiden bisa memanfaatkan momentum itu untuk segera menerbitkan Peraturan Pengganti Undang-undang tersebut. "Ini momentum Presiden mengeluarkan Peraturan Pengganti Undang-undang. Kita membawa contoh kasus Raffi Ahmad untuk tidak lagi memidanakan pengguna (narkoba), karena BNN tidak bisa bekerja berdasarkan hukum positif, tapi bekerja pada hukum yang berlaku saat ini, sehingga jumlah penyalahguna dan pecandu tidak menurun," tekannya.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca tentang


    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X