"Stand Up Comedy Indonesia Season 3": Fico Vs Babe

Kompas.com - 05/05/2013, 09:44 WIB
EditorAti Kamil

JAKARTA, KOMPAS.com -- "Fico itu cocoknya jadi calon legislatif. Di saat calon-calon legislatif berusaha pura-pura pintar, dia malah pura-pura bego...," kata Babe, grand finalis Stand-Up Comedy Indonesia Musim 3, KompasTV.

Fico yang disebut Babe adalah grand finalis lain Stand-Up Comedy Indonesia Musim 3 (Suci 3) yang tampil di Balai Kartini, Jakarta, Jumat (3/5/2013) malam. Adapun acara Grand Final Suci 3 akan ditayangkan KompasTV, Minggu malam ini.

Fico memang mengambil persona atau memerani diri sebagai sosok yang lugu, polos, dan berkesan bego. Persona semacam itu menjadi kekuatannya. Hanya diam berdiri di panggung saja, Fico mampu mengundang tawa. Dan sekalimat ucapan salam yang ia ucapkan membuat orang terpingkal.

Fico dan Babe malam itu mengerahkan seluruh kemampuan berkomedi mereka di depan juri yang terdiri dari Indro Warkop, Raditya Dika, Tora Sudiro, dan Fenni Rose. Fico dan Babe yang telah menyisihkan 16 finalis lainnya itu tampil dalam

tiga babak penampilan yang masing-masing berdurasi 7 menit. Babak pertama mereka tampil dengan tema bebas. Babak 2 mereka diberi tema juara.

Pada babak 3 mereka diharuskan tampil dengan 5 teknik dasar stand-up comedy seperti callback, tiga jurus pedoman (rule of three), riffing atau mengolah bahan dengan berkomunikasi dengan penonton, serta merespons komentar penonton.

"Rule of three-absurd"
Babe dinilai juri cukup komplet mengeluarkan teknik-teknik dasar itu. Ia, misalnya, dengan cukup cerdik menggunakan teknik rule of three, yaitu menguraikan tiga contoh, dengan contoh ketiga sebagai tonjokan tawa, alias punch line. Ia, misalnya, menyusun persiapan singkat (set up) tentang hadiah uang yang akan diperolehnya nanti jika jadi juara. Uang sebanyak Rp 50 juta itu, kata Babe dalam materi komedinya, tidak akan dimakan sendiri karena ia seorang dermawan. Lalu ia gunakan rule of three itu.

"Uang 50 juta masak dimakan sendiri. Sepuluh persen buat sedekah, 10 persen buat orangtua, 50 persen buat juri...," dan tawa meledak, termasuk keempat juri.

Itulah teknik rule of three dengan punch line pada 50 persen buat juri. Babe pun masih sempat memberikan twist, atau tonjokan ekstra. "Karena tadi malem kesepakatannya gitu ya om...," lontar Babe yang tampaknya ditujukan kepada juri Indro yang ia sebut sebagai Om Indro.

Belum reda tawa penonton, Babe terus menambah jurus tawa. "Waktu aku nelepon juri, yang paling susah disogok itu cuma Om Indro. Karena di antara juri itu cuma Om Indro yang orangnya paling bersih," kata Babe berhenti sejenak. "Bersih kepalanya," kata Babe menyindir Indro yang berkepala pelontos.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Buku, Film, dan Kecemasan Pembaca

Coming Home with Leila Chudori: Buku, Film, dan Kecemasan Pembaca

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X