Di Cannes, "Rectoverso" Disambut Hangat

Kompas.com - 22/05/2013, 08:46 WIB
EditorEko Hendrawan Sofyan

CANNES, KOMPAS.com Film karya lima sutradara wanita Indonesia, Marcella Zalianty, Happy Salma, Rachel Maryam, Cathy Sharon, dan Olga Lydia, yakni Rectoverso, mampu mencuri perhatian kalangan perfilman dunia di Festival Film Cannes, Selasa (21/5/2013) malam.

Film adaptasi dari buku laris Dewi "Dee" Lestari berjudul Rectoverso, yang dirilis pada tahun 2008, dan merupakan film omnibus atau antologi Indonesia bernuansa cinta itu diputar di Star One Cinema pada Selasa malam.

Film berdurasi 110 menit yang dirilis di Jakarta pada 14 Februari lalu itu disaksikan lebih dari 100 penonton yang memenuhi gedung bioskop yang berada di tengah-tengah pusat perbelanjaan kota Cannes. Di ajang Cannes, film ini masuk dalam kategori European Premier Market Prestige.

Selama pelaksanaan Festival Film Cannes, Rectoverso diputar selama tiga kali yaitu pada tanggal 21, 23, dan 25 Mei.

"Saya bangga film kami bisa diputar dalam festival film di Cannes," ujar Happy Salma setelah pemutaran film Rectoverso yang diproduksi Keana Production and Communication Studio.

Happy Salma yang datang ke Cannes bersama Marcella Zalianty mengakui film Rectoverso yang dipilih untuk diputar dalam festival film Cannes merupakan festival film yang bergengsi. Film mereka berhasil dipilih untuk diputar dalam European Premiere di seksi Antipoedes, Cannes Cinephile 2013.

Happy mengatakan, kehadirannya di Cannes, Perancis, untuk kali kedua ini memberikan kesan mendalam. Begitu pula yang dirasakan Marcella Zalianty.

"Terharu rasanya menyaksikan film kami diputar dalam rangkaian festival film Cannes," ujar Marcella yang sedang hamil empat bulan lebih itu.

Arya Gunawan seorang pengamat film Indonesia yang khusus datang ke Cannes mengakui, film Rectoverso sangat bagus, apalagi hasil dari karya sutradara wanita Indonesia.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Buku, Film, dan Kecemasan Pembaca

Coming Home with Leila Chudori: Buku, Film, dan Kecemasan Pembaca

Budaya
Coming Home with Leila Chudori-Petty F Fatimah: Membaca Arundhati, Memahami Anjum

Coming Home with Leila Chudori-Petty F Fatimah: Membaca Arundhati, Memahami Anjum

Budaya
Choky Sitohang soal Teori Konspirasi Covid-19: Jangan Ajak Orang Lain Ikut Bingung

Choky Sitohang soal Teori Konspirasi Covid-19: Jangan Ajak Orang Lain Ikut Bingung

Seleb
Coming Home with Leila Chudori: Kesehatan Mental Seniman di Mata Nova Riyanti Yusuf

Coming Home with Leila Chudori: Kesehatan Mental Seniman di Mata Nova Riyanti Yusuf

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dari Generasi Ketiga, Setelah Amy Tan dan Ha Jin

Coming Home with Leila Chudori: Dari Generasi Ketiga, Setelah Amy Tan dan Ha Jin

Musik
Fans Parasite, Ini Karya Lain Bong Joon-ho yang Tak Boleh Terlewatkan

Fans Parasite, Ini Karya Lain Bong Joon-ho yang Tak Boleh Terlewatkan

BrandzView
komentar di artikel lainnya
Close Ads X