Dan, Petualang Alif di Washington DC Pun Dimulai

Kompas.com - 30/05/2013, 07:22 WIB
EditorEko Hendrawan Sofyan

JAKARTA, KOMPAS.com -- Setelah berturut-turut soft launching di New York dan Washington DC, Amerika Serikat (AS), pekan lalu, novel ketiga dari trilogi Negeri 5 Menara, Rantau 1 Muara, karya Ahmad Fuadi ini beredar di Tanah Air mulai pekan ini.

Novel ketiga yang sudah lama ditunggu-tunggu oleh pembaca ini, berkisah tentang perjalanan Alif selepas kuliah dan berjuang melakukan tiga pencarian besar dalam hidupnya: Pencarian tempat berkarya, pencarian belahan jiwa dan pencarian di mana hidup akan bermuara.

"Kunjungan ke AS saat ini bertepatan pula dengan momentum peluncuran novel pamungkas dari trilogi  Negeri 5 Menara, yaitu  Rantau 1 Muara. Novel ketiga ini bercerita tentang petualangan Alif setelah dia lulus kuliah. Dia akan melakukan pencarian banyak hal, seperti kerja, belahan jiwa dan misi hidupnya," jelas Fuadi dalam e-mail yang dikirimnya kepada Kompas.com, Rabu (29/5/2013).

Latar suasana yang diambil dalam novel ini adalah New York, Washington DC, Bandung dan Jakarta. Begitu juga tempat soft launching sengaja diadakan sesuai dengan latar suasana yang ada dalam cerita.

"Setting-nya di Jakarta dan Washington DC. Yang seru antara lain bagaimana Alif menemukan jodohnya," kata Fuadi memberikan sedikit bocoran.

Selain itu, dikisahkan bahwa di AS, Alif memegang teguh semboyan ketiga "man saara ala darbi washala" (siapa yang berjalan di jalannya akan sampai di tujuan-red) menuntun pencarian misi hidupnya. Hidup hakikatnya adalah perantauan. Suatu masa akan kembali ke akar, ke yang satu, ke yang awal. Muara segala muara.

Fuadi akan berada di AS selama tiga minggu untuk mengadakan diskusi novel-novelnya di San Francisco dan Washington DC. Selain itu, dengan dukungan Dompat Dhuafa, diadakan pula pemutaran film Negeri 5 Menara di KJRI New York dan KBRI Washington DC.

Acara pemutaran film dan diskusi buku ini dihadiri oleh ratusan warga Amerika dan Indonesia. "Selama di Amerika saya kembali mendatangi beberapa tempat yang menjadi inspirasi cerita novel ini. Saya kebetulan kuliah dan tinggal di Amerika tahun 1999-2002. Karena itu, di novel ini juga ada peta New York dan Washington DC, untuk memudahkan pembaca membayangkan alur cerita," jelas Fuadi.

Diskusi buku pertama diadakan di KJRI San Francisco pada 12 Mei 2013 bersama masyarakat Indonesia. Selesai acara di West Coast ini, Fuadi terbang sekitar 10 jam ke East Coast untuk menghadiri diskusi kedua di Washington DC.

Pada 17 Mei, Fuadi  bicara di forum USINDO Washington DC yang dihadiri oleh warga Amerika Serikat.

Halaman:


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Buku, Film, dan Kecemasan Pembaca

Coming Home with Leila Chudori: Buku, Film, dan Kecemasan Pembaca

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X