Wolverine Turun Gunung

Kompas.com - 28/07/2013, 10:41 WIB
Aktor Hugh Jackman menghadiri The Wolverine New York City Fan Event di AMC Empire, New York City, AS, 23 Juli 2013 waktu setempat. Stephen Lovekin/Getty Images/AFPAktor Hugh Jackman menghadiri The Wolverine New York City Fan Event di AMC Empire, New York City, AS, 23 Juli 2013 waktu setempat.
EditorAti Kamil
JAKARTA, KOMPAS.com -- Wolverine, salah satu karakter komik terpopuler dari Marvel, kembali beraksi di layar lebar. Cakar logam di tangannya tetap mematikan. Namun, ada yang lebih kuat dari cakar itu: semangatnya. Bahkan, saat terluka pun, ia tetap pemberani dan pemberang.

Sejak X-Men (2000), X-2 (2003), X-Men: The Last Stand (2006), dan X-Men Origins: Wolverine (2009), Hugh Jackman kian mengukuhkan perannya sebagai manusia mutan Wolverine. Kali ini, dalam film besutan sutradara James Mangold, The Wolverine. Film ini seolah dilepaskan dari "beban" sebagai sekuel X-Men, tetapi mengeksplorasi lebih dalam karakter Wolverine yang menjadi salah satu daya tarik utama sekuel X-Men.

Dibayangi rasa bersalah karena kematian kekasihnya, Jean Grey (Famke Janssen), Logan alias Wolverine memilih hidup menyendiri di hutan sebuah pegunungan di Kanada. Yukio (Rila Fukushima), seorang gadis muda Jepang—berambut merah dan tangkas memainkan pedang—membujuk Logan meninggalkan pegunungan itu. Yukio bekerja untuk Yashida, kawan lama Logan yang ia selamatkan dari ledakan bom Nagasaki pada Perang Dunia II. Keinginan terakhir Yashida yang tengah meregang nyawa adalah mengucapkan selamat tinggal kepada Logan.

Warna Jepang
Terbanglah Logan dan Yukio ke kota-kota metropolitan di Jepang. Ternyata, yang diinginkan Yashida bukan sekadar mengucapkan selamat tinggal. Sementara Logan yang berkemampuan menyembuhkan diri tidak bertambah tua, Yashida yang kini seorang konglomerat sudah mendekati ajal di usia tua. Upacara pemakaman Yashida menjadi awal pertempuran yang membuat Logan kembali mengeluarkan cakarnya, beraksi lagi menjadi Wolverine.

Wolverine menyelamatkan Mariko, cucu Yashida, dari upaya penculikan. Berikutnya, ia pun berhadapan dengan sepasukan ninja, juga bertarung dengan mafia Jepang. Jepang menjadi latar cerita yang menarik buat film ini. Lanskap kota dan pegunungan, gaya arsitektur, kereta supercepat, hingga warna tradisi Jepang memperkaya latar film ini.

Salah satu bagian krusial dari film ini adalah keberanian mengambil risiko ketika Wolverine kehilangan kekuatan untuk menyembuhkan diri. Di situ, ketangguhan karakter ini diuji.

Di antara gempita laga, "percakapan" Wolverine dan Jean Grey yang selalu hadir dalam mimpinya memberikan sentuhan lembut. Di sini, ide untuk menjadi mortal, mati, dan bersatu lagi dengan Jean sempat menggoda. Di sisi lain, juga ada Mariko. Hmmmm….

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sayangnya, ketegangan yang dibangun baik terasa jatuh justru pada pertarungan final yang seharusnya menjadi klimaks. (DAY/EDN)

The Wolverine
Sutradara: James Mangold
Pemeran: Hugh Jackman, Tao Okamoto, Rila Fukushima
Skenario: Mark Bomback, Christopher McQuarrie
Produser: Hugh Jackman, John Palermo,
Produksi: Marvel Entertainment/20th Century Fox.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.