Thor: The Dark World: Masih Ada Kerapuhan di Balik Kegagahan

Kompas.com - 03/11/2013, 13:36 WIB
EditorAti Kamil
JAKARTA, KOMPAS.com -- Thor, superhero berotot datang kembali, dalam Thor: The Dark World. Aksi dewa petir dalam mitologi Nordik itu diramu fiksi ilmiah, dibumbui deskripsi visual futuristik ala ”Star Wars”, juga pemujaan pada kegelapan bercita rasa The Lord of the Rings.

Thor yang tidak sabaran tapi baik hati itu termasuk jagoan super yang ditunggu-tunggu kehadirannya sejak sekuel pertama Thor (2011), dan The Avengers (2012). Melalui Thor: The Dark World, Chris Hemsworth mengukuhkan penjelmaan dirinya sebagai Thor. Pada sorot mata Hemsworth sebagai Thor, masih ada kelembutan dan kerapuhan, meski tubuhnya yang diekspos begitu berotot nyata menyuguhkan kegagahan.

Kali ini, dikisahkan, kedamaian dari sembilan dunia—termasuk bumi–yang dijaga Thor terusik kekuatan gelap dari masa 5.000 tahun lalu. Saat sembilan dunia berada di garis edar sejajar, terjadi pertukaran material yang membuat kekuatan gelap itu justru menyusup ke tubuh Jane Foster (Natalie Portman), ilmuwan cantik kekasih Thor.

Menyadari hal itu, Thor segera menjemput kekasih yang sudah dua tahun tak ia jumpai, karena kesibukannya mendamaikan sembilan dunia tadi. Masalahnya, kekuatan itu telah membangunkan peri hitam yang kesaktiannya—juga pesawat tempurnya—bakal sungguh menyulitkan Thor.

Aksi laga
Berbeda dengan latar kota kecil di sekuel pertama Thor, kali ini laga final digelar lebih mantap dengan berlatar kawasan Greenwich, London. Secara keseluruhan, dibandingkan sekuel pendahulunya, film ini memang menawarkan aksi laga yang diolah lebih menarik secara visual.

Alan Taylor, sutradara yang berkiprah gemilang lewat serial televisi The Sopranos dan Game of Thrones membuktikan, ia juga piawai di layar lebar. Di sini, meski tak terlalu meyakinkan, Taylor mencoba menyisipkan fiksi ilmiah di tengah keliaran fantasi. Tak ketinggalan, pesawat tempur yang mengingatkan penonton pada Star Wars, serta pertarungan yang bercitarasa The Lord of the Rings. Bahkan, Captain America (Chris Evans) pun muncul sebagai cameo. Di sana-sini, humor diselipkan pula sebagai penyedap.

Pada sekuel pertama yang disutradarai Kenneth Branagh, sentuhan manusiawi dalam kisah superhero ini dieksplorasi pada hubungan kakak beradik Thor dan Loki (diperankan Tom Hiddleston). Kali ini cerita diawali dengan Loki yang sudah di penjara untuk mempertanggungjawabkan kejahatannya—seperti dikisahkan pada Thor dan The Avengers.

Karakter Loki masih dikembangkan dan mencuri perhatian dalam Thor: The Dark World. Namun, sekuel kedua ini tidak lagi menjelaskan dendam yang mendasari keculasan Loki dan kemarahan Odin (Anthony Hopkins), raja Asgard yang juga ayah Thor dan Loki. Karenanya, tanpa menonton sekuel sebelumnya, terasa janggal teriakan Odin pada Loki, "Hak bawaan lahirmu adalah mati!"

Konflik keluarga seharusnya menjadi salah satu poin kuat dalam kisah superhero ini. Sayangnya, salah satu premis paling menarik dalam alur cerita ini justru dimentahkan di akhir film.

Di antara banyak kisah superhero yang kini sedang bertaburan di layar lebar, sebagian sukses menghibur, tetapi tak sedikit yang terperosok menjadi hiburan tak menarik. Sedikit di antara kisah superhero itu cukup dalam menggali konflik emosi untuk menyuguhkan lebih dari sekadar hiburan. Dalam kisaran ini, Thor: The Dark World tergolong cukup menghibur. (Nur Hidayati)

Thor: The Dark World
Sutradara: Alan Taylor
Pemeran: Chris Hemsworth, Natalie Portman, Tom Hiddleston, Anthony Hopkins, Rene Russo
Skenario: Christopher Yost, Christopher Markus, Stephen McFeely u Produksi : Marvel Entertainment.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.