Dongeng Pahlawan dan Sang Naga

Kompas.com - 15/12/2013, 13:16 WIB
EditorAti Kamil
JAKARTA, KOMPAS.com -- Dunia dongeng menciptakan sosok sejenis manusia kerdil. Dalam jagat fiksi rekaan JRR Tolkien, sosok itu dikenal sebagai hobbit. Tinggi badannya separuh tinggi manusia dan lebih kecil daripada kurcaci yang berjanggut. Namun, hobbit tidak berjanggut. Mereka hampir tidak memiliki keajaiban apa-apa, kecuali kepandaian menghilang secara diam-diam dan cepat.

Alam dongeng juga punya tokoh klasik, yaitu sosok naga. Tolkien menciptakan naga bersayap penyembur api. The Hobbit: The Desolation of Smaug film kedua dari trilogi The Hobbit ini disuguhkan sebagai dongeng sinematik. Alam dongeng mewujud dalam gambar-gambar indah, fantastis. Dalam film ini, Bilbo bermetamorfosis dari sekadar hobbit penakut menjadi pahlawan menghadapi Smaug, naga yang dahsyat.

Produser Peter Jackson menyuguhkan keelokan alam Selandia Baru sebagai lanskap negeri dongeng. Dunia fantasi dalam buku The Hobbit karya JRR Tolkien (terbit 1937) itu menjadi begitu nyata dengan tampilan indah berbalut teknologi tiga dimensi.

Petualangan kali ini merupakan kelanjutan dari The Hobbit: An Unexpected Journey (2012). Bilbo (Martin Freeman) menempuh perjalanan panjang menuju Kerajaan Erebor bersama penyihir putih Gandalf (Ian McKellen) dan 13 kurcaci. Tiap sekuen dari film kali ini disesaki dengan peperangan seru antara rombongan hobbit-kurcaci-penyihir melawan orc, peri, hingga naga Smaug yang menguasai Kerajaan Erebor. Dalam perjalanan merebut kembali negeri kurcaci, rombongan yang dipimpin pewaris Erebor, Thorin Oakenshield (Richard Armitage), mengalami kejadian menegangkan.

Rombongan terus berjalan ke timur hingga tiba di tepi hutan Mirkwood. Pasukan orc di bawah pimpinan Azog terus memburu rombongan ini demi membunuh Thorin, musuh bebuyutan Azog. Balas dendam para orc yang merupakan prajurit buatan dari Dol Guldur ini terhalang kehadiran beruang raksasa Beorn, si perubah wujud.

Lepas dari incaran orc yang buruk rupa, rombongan Bilbo melanjutkan perjalanan memasuki hutan Mirkwood. Di gerbang para peri, Gandalf menemukan pesan rahasia para peri sebelum kemudian memisahkan diri untuk pergi melawan raja kegelapan Necromancer yang mulai bangkit dari Gunung Dol Guldur.

Cincin kegelapan
Tanpa Gandalf, Bilbo dan kawan-kawan berjuang melawan laba-laba raksasa. Dalam pertarungan melawan laba-laba inilah, Bilbo menemukan keberaniannya. Untuk pertama kalinya di hutan Mirkwood, Bilbo menggunakan cincin yang dicurinya dari sarang Gollum. Cincin milik raja kegelapan dari Gunung Mordor itu memungkinkan Bilbo menghilang ketika rekan-rekannya ditangkap oleh para peri hutan.

Di gua milik peri hutan yang nyaman terjalinlah kisah kasih antara salah satu anggota kurcaci, Kili dan peri cantik Tauriel. Kisah The Hobbit semakin menemukan pertaliannya dengan trilogi Lord of The Ring dengan hadirnya peri tampan Legolas, putra raja peri Thranduil.

Dengan bantuan cincin sihirnya, Bilbo kembali menyelamatkan rombongan kurcaci dari penjara peri. Mereka melarikan diri dalam tong-tong anggur dan hanyut terbawa derasnya aliran sungai. Setelah berperang menghindari panah para peri dan terkaman orc, mereka bertemu dengan manusia penarik perahu, Bard.

Mereka berjuang keras memasuki Kota Danau yang merupakan hunian terakhir sebelum memasuki Pegunungan Sunyi. Di dalam pegunungan sunyi itulah, Kerajaan Erebor tersembunyi dan dikuasai oleh Smaug, sang naga penyembur api.

Petualangan sesungguhnya dimulai ketika rombongan kurcaci mulai memasuki Pegunungan Sunyi. Bilbo bertugas mengambil permata besar Arkenstone yang hilang di antara lautan penuh perhiasan di dasar gunung. Di sana bersemayam naga Smaug yang harus dihadapinya.

Thorin, sang pewaris takhta Erebor, memimpin pertempuran melawan Smaug. Di dapur emas, seluruh perhiasan dicairkan dan digunakan sebagai senjata melawan Smaug. Terbang ke luar dari Gunung Sunyi, Smaug mengibaskan lapisan emas yang menempel di tubuhnya sebelum berteriak marah.

"Akan kuperlihatkan balas dendam kepadamu! Akulah api…. Akulah kematian…" kata Smaug.

Mungkin itu janji sang naga untuk kembali lagi pada lanjutan cerita lewat The Hobbit: There and Back Again. (Mawar Kusuma)

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X