Comic 8: Tiga Geng Kocak Merampok Bank

Kompas.com - 12/01/2014, 11:46 WIB
|
EditorAti Kamil
JAKARTA, KOMPAS.com -- Apa jadinya jika sebuah bank di Ibu Kota dalam satu hari disatroni oleh tiga kelompok perampok yang berbeda, dari penjahat yang amatir, profesional, sampai yang absurd? Tentu ini hanya ada dalam film Comic 8, yang diproduksi oleh Falcon Pictures dan disutradarai oleh Anggy Umbara.

"Film Comic 8 ini bercerita tentang delapan anak muda, mereka merampok sebuah bank dalam waktu yang bersamaan, di hari yang bersamaan, dan kejadiannya terjadi dari pagi sampai sore saja. Akan terjadi ke-chaos-an dan kelucuan, rollercoaster lah," terang Anggy, yang bersama sebagian pemain dan personel tim produksi Comic 8 berkunjung ke Redaksi Kompas.com , Jakarta, Jumat (10/1/2014).

"Jadi mereka terbagi jadi tiga kelompok. Yang pertama, kelompok perampok amatir yang anggotanya Fico Fachriza, Babe Cabiita, Bintang Timur. Mereka, para amatir yang mau merampok bank, tapi berasa sok tahu. Misalnya, merampok jangan banyak-banyak, merasa rendah diri. Pas mereka merampok, ternyata muncul geng perampok profesional, Kemal Palevi, Ernest Prakarsa, dan Arie Kriting. Mereka dari tiga warna (kulit) yang berbeda, tapi mereka tetap profesional dalam menjalankan tugas," papar Anggy.

"Pas mereka mau merampok, mucul satu geng lagi, The Freaks namanya, anggotanya Mongol Stress sama Mudy Taylor. Mongol dengan gayanya yang tada (gemulai) gitu tapi ternyata jago bela diri, dan Mudy, yang kayak Desperado, keluar senjata dari tas gitarnya," lanjutnya.

Sejak awal, aku Anggy, ia merancang sebuah film aksi yang serius namun berbumbu komedi. "Ide awal sebenarnya dari produser sih, dia mau bikin film yang memang komedian. Kalau bikin film yang ketawa-ketawa saja, itu sudah biasa, sudah banyak kan, jadi pengin bikin film yang belum ada. 'Ya sudah, action saja lah, kita garap yang serius banget, tapi komedi'," kata Anggy.

Karakter tokoh-tokoh dalam film tersebut disesuaikan dengan karakter asli para komika yang terpilih bermain dalam film itu.

"Malah mereka dipilih karena karakter yang sudah ada di mereka. Jadi, bukan dipilih siapa yang paling mahal (paling populer), tapi berdasarkan keunikan karakter masing-masing, dengan Fico yang absurd, dengan Mongol yang pakar KW (pria yang keperempuan-perempuanan)," terang Anggy lagi.

Para komika yang membintangi film tersebut mengaku berakting tanpa kesulitan. Apalagi, naskah yang ditulis oleh kakak kandung Anggy, Fajar Umbara, tak jauh dari kehidupan nyata para pemeran.

"Saya sering ketemu sama Babe, sama Fico juga, memang ketiga orang ini enggak ada yang benar. Memang enggak dapat chemistry, kalau ngobrol memang enggak nyambung. Ternyata memang itu yang dibutuhin," ucap Bintang. "Pas kami disuruh enggak nyambung, ternyata kami memang bisa, lho," timpal Fico dalam canda.

Begitu juga dengan duo Mudy dan Mongol, yang memerankan dua karakter dalam geng The Freaks.

"Jadi, kalau di film itu sebetulnya kami jadi sosok pahlawan seperti Robin Hood. Walaupun dia dan saya aneh, tapi kami berdua tetap punya budi," kata Mudy. "Ini sebenarnya kami berdua berkarakter miring alias enggak waras. Cuma, sebagai stand up comedian, Mongol di film tetap ngurusin KW, jadi di situ tetap jadi KW. Makanya, kalau teman saya namanya Mudy, saya sendiri dipanggil Mungil," timpal Mongol.

Selain diperankan oleh delapan komika Indonesia, Comic 8 juga diramaikan oleh Nirina Zubir, Nikita Mirzani, Boy William, Indro "Warkop", Pandji Pragiwaksono, Candil, Coboy Junior, Jeremy Teti, Kiki Fatmala, Agus Kuncoro, Joe "P Project", Cak Lontong, Hengky Solaiman, Laila Sari, Agung Hercules, Ence Bagus, dan Ge Pamungkas.

Kalau ingin menonton aksi para perampok kocak itu, film tersebut akan mulai diputar di gedung-gedung bioskop Tanah Air pada 29 Januari 2014.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Buku, Film, dan Kecemasan Pembaca

Coming Home with Leila Chudori: Buku, Film, dan Kecemasan Pembaca

Budaya
Coming Home with Leila Chudori-Petty F Fatimah: Membaca Arundhati, Memahami Anjum

Coming Home with Leila Chudori-Petty F Fatimah: Membaca Arundhati, Memahami Anjum

Budaya
Choky Sitohang soal Teori Konspirasi Covid-19: Jangan Ajak Orang Lain Ikut Bingung

Choky Sitohang soal Teori Konspirasi Covid-19: Jangan Ajak Orang Lain Ikut Bingung

Seleb
Coming Home with Leila Chudori: Kesehatan Mental Seniman di Mata Nova Riyanti Yusuf

Coming Home with Leila Chudori: Kesehatan Mental Seniman di Mata Nova Riyanti Yusuf

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dari Generasi Ketiga, Setelah Amy Tan dan Ha Jin

Coming Home with Leila Chudori: Dari Generasi Ketiga, Setelah Amy Tan dan Ha Jin

Musik
Fans Parasite, Ini Karya Lain Bong Joon-ho yang Tak Boleh Terlewatkan

Fans Parasite, Ini Karya Lain Bong Joon-ho yang Tak Boleh Terlewatkan

BrandzView
komentar di artikel lainnya
Close Ads X