Jumlah Penonton "Comic 8" Diklaim Kalahkan "American Hustle"

Kompas.com - 01/02/2014, 18:52 WIB
Komedian Indro Warkop menjalani wawancara di kantor Redaksi Kompas.com, Jakarta, Jumat (10/1/201). Bersama delapan stand up comedian, ia bermain dalam film yang disutradarai oleh Anggy Umbara, Comic 8. Film yang juga dibintangi oleh Nirina Zubir, Nikita Mirzani, Boy William, dan Pandji Pragiwaksono itu akan diputar mulai 29 Januari 2014 di gedung-gedung bioskop Tanah Air. KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZESKomedian Indro Warkop menjalani wawancara di kantor Redaksi Kompas.com, Jakarta, Jumat (10/1/201). Bersama delapan stand up comedian, ia bermain dalam film yang disutradarai oleh Anggy Umbara, Comic 8. Film yang juga dibintangi oleh Nirina Zubir, Nikita Mirzani, Boy William, dan Pandji Pragiwaksono itu akan diputar mulai 29 Januari 2014 di gedung-gedung bioskop Tanah Air.
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com - Antusias penyuka film dalam negeri untuk menyaksikan film aksi komedi Comic 8 tidak bisa dibendung. Setelah hari pertama jumlah penonton Comic 8 sebanyak 65.000, dan hari kedua bertambah menjadi 85.000, di hari ketiga penonton Comic 8 naik drastis menjadi 140.000.

Jumlah yang sangat cukup sulit didapat oleh film-film Indonesia. Bahkan, Nirina Zubir yang berperan sebagai Kapten Bunga dalam film Comic 8, kaget ketika mendapatkan kabar mengenai pencapaian jumlah penonton Comic 8.

"Menurut saya, Comic 8 luar biasa. Karena jumlah penontonnya bisa mengalahkan American Hustle, Wolf of Wall Street, dan Hercules," ujarnya usai menggelar acara nonton bareng Comic 8 di Bekasi, seperti dalam siaran pers yang dikirim rumah produksi Falcon Pictures, Sabtu (1/2/2014).  

Produser Falcon Pictures, Frederica mengaku bangga dengan terus bertambahnya jumlah penonton Comic 8. "Penonton Indonesia sudah appreciate dan smart intelectualy comedy. Di samping itu, yang bikin kami bangga, kami enggak kalah sama film-film luar negeri seperti American Hustle, Wolf of Wall Street, dan Hercules,” jelasnya.  

Frederica sangat gembira melihat antusiasme penonton. Apalagi, hasil yang menurutnya sangat mengesankan ini terjadi di awal tahun yang sepi hari libur. "Jadi menciptakan tren baru. Biasanya kan high season itu Desember, libur sekolah sama libur Lebaran," tekan Frederica.  

Dia berharap penonton bisa terus memberikan dukungan untuk film-film karya anak bangsa yang berkualitas. "Mudah-mudahan ini menjadi awal tahun yang baik untuk perfilman Indonesia, agar kedepannya kita bisa selalu menjadi tuan rumah di negara kita sendiri," ujarnya.  

Sejak dirilis pada 29 Januari tahun ini, Comic 8 sudah ditonton hampir 300.000 orang dan menjadi trending topic di Twitter selama lima hari berturut-turut. Jika grafiknya terus menanjak, film ini diprediksi melewati angka 500.000 penonton setelah akhir pekan, dan menembus sejuta penonton dalam waktu kurang dari satu bulan. Pencapaian yang akan melewati rekor film-film terlaris tahun lalu.



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Buku, Film, dan Kecemasan Pembaca

Coming Home with Leila Chudori: Buku, Film, dan Kecemasan Pembaca

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X