Edge of Tomorrow: Terperangkap di Lorong Waktu

Kompas.com - 01/06/2014, 17:57 WIB
EditorAti Kamil
JAKARTA, KOMPAS.com --  Musuh manusia dalam perang di masa depan bukanlah sesama manusia, melainkan ras makhluk asing. Makhluk misterius yang berniat menginvasi Bumi ini punya kemampuan telepati mengendus jalan pikiran manusia.

Edge of Tomorrow mengisahkan tentang Mayor William Cage (Tom Cruise) yang hidupnya berubah dalam sekejap gara-gara melawan Jenderal Brigham (Brendan Gleeson). Ia memerintahkan Cage menjadi komandan pertempuran untuk menghadapi serangan makhluk asing bernama mimic. Cage dulunya adalah pemilik firma hukum yang kemudian kecemplung menjadi humas militer Amerika Serikat yang kemudian dikirim ke Inggris.

Cage belum pernah sama sekali mengikuti pelatihan militer sehingga tidak memiliki keterampilan bertempur. Ia kalut saat menghadapi kenyataan dirinya dijebloskan ke medan perang sebagai prajurit di garis terdepan mempertahankan Bumi.

Cage hanya mampu bertahan beberapa menit di medan laga sebelum terkena serangan musuh. Namun, ia kemudian mendapati dirinya berada di tempat seperti ia alami sehari sebelum serangan terjadi. Di medan laga, Cage sempat menyerang mimic Alpha yang menyebabkan darahnya bercampur dengan darah sang mimic. Inilah yang menyebabkan Cage terjebak di lorong waktu.

Film aksi berbasis fiksi ilmiah ini diadaptasi dari novel ringan Jepang karya Hiroshi Sakurazaka berjudul All You Need is Kill. Hak cipta novel ini dijual tahun 2009 dan naskah adaptasi untuk produksi film dibeli oleh Warner Bros Pictures yang kemudian mengganti judul menjadi Edge of Tomorrow.

Peperangan di masa depan di film ini digambarkan dengan persenjataan berteknologi supercanggih. Prajurit dilindungi dengan baju baja yang membuat penampilan mereka tampak seperti robot. Para pemain harus menggunakan kostum yang beratnya masing-masing 39-59 kilogram. Musuh berupa alien digambarkan sebagai makhluk dengan kepala seperti gargoyle yang memiliki puluhan tentakel seperti gurita. Mereka bisa muncul dari dalam tanah ataupun air.
Strategi

Disuguhkan pertempuran panjang film yang dibalut drama Cage yang kemudian jatuh hati kepada Rita Vrataski (Emily Blunt), ikon pasukan gabungan Union Defense Force di bawah pimpinan Brigham. Kemampuan Cage kembali ke masa lalu dimanfaatkan Rita untuk melawan musuh. Rita yang pernah memiliki kemampuan serupa melatih Cage menjadi tentara tangguh. Tantangan mereka adalah menaklukkan musuh yang selalu selangkah lebih maju karena mampu membaca pikiran manusia.

Agar Cage bisa mengulang-ulang peristiwa yang dialami di lorong waktu, Rita mengatur rencana strategisnya. Kehidupan Cage berulang-ulang kembali dengan terbangun di sebuah pangkalan militer. Lalu ia harus bergabung dengan Pasukan J di bawah pimpinan Sersan Farell (Bill Paxton). Namun kemudian, Cage kehilangan kemampuan kembali ke lorong waktu akibat terluka dalam pertarungan dengan mimic.

Film yang disutradari Doug Liman yang sukses dengan film Mr and Mrs Smith serta The Bourne Identity ini menelan biaya 175 juta dollar AS. Efek yang digunakan dalam film ini cukup meyakinkan, termasuk lanskap buatan yang menggambarkan Museum Louvre yang hancur dan Menara Eiffel yang roboh akibat serangan mimic.

Pengambilan gambar juga dilakukan di Trafalgar Square, London. Lapangan itu sempat ditutup beberapa waktu untuk pengambilan beberapa adegan yang melibatkan tank-tank. Film yang juga ditawarkan dalam visual tiga dimensi ini dihiasi musik film, salah satunya "This is Not The End" oleh Fieldwork dengan vibrasi vokal seperti suara robot. (SRI REJEKI)

Edge of Tomorrow
Sutradara: Doug Limanu
Skenario: Christopher McQuarrieu
Dasar cerita: "All You Need Is Kill" karya Hiroshi Sakurazakau
Pemeran: Tom Cruise, Emily Blunt, Bill Paxton, dan Brendan Gleesonu
Produksi: Warner Bros Pictures Village Roadshow.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Goenawan Mohamad tentang Gandari, 'Tempo', dan Don Quixote

Goenawan Mohamad tentang Gandari, "Tempo", dan Don Quixote

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X