"The Crazy Ones" Tak Sukses meski Pasang Robin Williams-Sarah Michelle Gellar

Kompas.com - 13/08/2014, 20:35 WIB
Mural wajah mendiang aktor Robin Williams di Belgrade, Serbia, diabadikan pada 13 Agustus 2014 waktu setempat. Mural itu digambar oleh sejumlah seniman tak dikenal sebagai tanda penghormatan bagi Williams. Williams didapati meninggal dunia di kediamannya di Tiburon, pinggiran San Francisco, California, AS, 11 Agustus 2013 waktu setempat. Ia bunuh diri. AFP PHOTO/ANDREJ ISAKOVICMural wajah mendiang aktor Robin Williams di Belgrade, Serbia, diabadikan pada 13 Agustus 2014 waktu setempat. Mural itu digambar oleh sejumlah seniman tak dikenal sebagai tanda penghormatan bagi Williams. Williams didapati meninggal dunia di kediamannya di Tiburon, pinggiran San Francisco, California, AS, 11 Agustus 2013 waktu setempat. Ia bunuh diri.
|
EditorAti Kamil
LOS ANGELES, KOMPAS.com -- Aktor, pengisi suara, dan stand up comedian dari AS, Robin Williams (63), tiba-tiba mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri. Ia ditemukan tak bernyawa di kediamannya di Tiburon, pinggiran San Francisco, California, 11 Agustus 2014 waktu setempat. Padahal, pria yang bolak balik direhabilitasi karena kecanduan kokain dan minuman beralkohol itu baru kembali ke layar kaca dengan membintangi seri komedi situasi The Crazy Ones (2013-2014).

Berita yang dimuat oleh Los Angeles Times dan dikutip oleh Antara menyebut bahwa The Crazy Ones memertemukan dua ikon industri hiburan berbeda era, yaitu Williams, yang tenar lewat seri komedi situasi Mork & Mindy (1978), dan aktris Sarah Michelle Gellar, yang terkenal berkat aktingnya dalam film seri vampir yang ngetop pada 1990-an, Buffy the Vampire Slayer.

David E Kelley, penulis cerita sekaligus produser eksekutif The Crazy Ones, yang juga terkenal berkat Picket Fences, Chicago Hope, The Practice, Ally McBeal, dan Boston Legal, menilai Williams masih memiliki magnet untuk menarik perhatian para pemirsa, sehingga Kelley merekrut Williams. Sementara itu, kendati kerap menjadi pemeran utama dalam film seri televisi maupun film layar lebar, Gellar tak berkeberatan menjadi pemeran pendukung dalam The Crazy Ones, yang ditayangkan di layar kaca CBS.

"Saya tak tahu apakah Robin membuat saya menjadi orangtua yang baik atau membuat saya menjadi lawan main yang baik untuk Robin, karena itu semua sama," tutur Gellar.

Williams sendiri senang memerankan karakter kepala perusahaan periklanan sekaligus seorang ayah dalam film itu. Ketika ditanya apa yang membuat ia bahagia, Robin menjawab, "Keluarga saya, pekerjaan, dan berkreasi."

Presiden CBS Entertainment, Nina Tassler, mengaku ingin mengoptimalkan daya tarik Williams untuk film seri televisinya.

"Robin jelas sebuah kekuatan alam," kata Tassler.

Namun, seri komedi situasi yang terdiri dari 22 episode tersebut tidak sukses dengan dipirsa oleh hanya delapan juta orang. Seri itu gagal memenuhi ekspektasi pembuatnya dan tak dilanjutkan ke musim keduanya.

"Dunia kita kehilangan komedian yang jenius, seorang aktor berbakat, dan pria tampan," kata pihak CBS.

"Kami akan mengenang Robin Williams sebagai salah satu bakat unik di masanya yang dicintai banyak orang, namun juga baik, penyayang, yang memerlakukan kolega dan rekan sekerjanya dengan penuh sayang dan hormat," kata pihak CBS lagi.

Baca tentang


Sumber Antara
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Goenawan Mohamad tentang Gandari, 'Tempo', dan Don Quixote

Goenawan Mohamad tentang Gandari, "Tempo", dan Don Quixote

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X