Armand Maulana-Thomas Ramdhan: Tujuh Belasan, Dibayar Nasi Kotak

Kompas.com - 19/08/2014, 15:09 WIB
GIGI (dari kiri ke kanan): Armand Maulana (vokal), I Dewa Gede Budjana (gitar), Thomas Ramdhan (bas), dan Gusti Erhandy atau Hendy (drum) KOMPAS.com/ATI KAMILGIGI (dari kiri ke kanan): Armand Maulana (vokal), I Dewa Gede Budjana (gitar), Thomas Ramdhan (bas), dan Gusti Erhandy atau Hendy (drum)
|
EditorAti Kamil
JAKARTA, KOMPAS.com — Sebelum terkenal sebagaimana sekarang, dua dari empat personel band GIGI, yaitu Armand Maulana (vokal) dan Thomas Ramdhan (bas), masing-masing pernah manggung dalam perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia alias tujuh belasan. Armand dan Thomas, yang sama-sama lahir di Bandung, Jawa Barat, dan sempat lama menetap di kota itu, mengaku pernah dibayar dengan nasi dan lauk-pauknya dalam kemasan kotak karton saja untuk manggung di tingkat RT atau RW.

"Ada yang dibayar (dengan uang seadanya). Ada juga yang cuma dikasih nasi kotak," kenang Armand sebelum tampil dalam acara Silaturahim Idul Fitri 1435 Hijriah Karyawan Kompas Gramedia di Bentara Budaya Jakarta baru-baru ini.

"Kalau gue sama Armand rada sama pengalamannya. Di Bandung, perayaan pas waktu itu rasanya bener-bener sakral. RT dan RW waktu itu ada acara, 'Sumbangannya apa nih?' 'Paling manggung'," cerita Thomas.

Armand dan Thomas, masing-masing, juga pernah tampil dalam perayaan tujuh belasan di Lapangan Suryalaya, Bandung. Di panggung perayaan tersebut, Armand merasa beruntung bisa sepanggung dengan beberapa artis musik yang ketika itu sudah menasional.

"Kalau di Bandung kan selalu ada acara tujuh belasan di Suryalaya dan itu memang kami yang mau (manggung). Soalnya, yang main gede-gede, ada Ruth Sahanaya, ada Harry Moekti, gede-gede ya," kata Armand.

"Kayak (konser) Woodstock deh," tambah Armand.

Namun, ada masanya mereka bisa mendapatkan pemasukan lumayan dari hasil tampil dalam  perayaan itu.

"Tahun 1980 sampai 1990-an masa jaya-jayanya," kata Armand.

"Dulu gue bisa sehari tiga pertunjukan," timpal Thomas.



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Buku, Film, dan Kecemasan Pembaca

Coming Home with Leila Chudori: Buku, Film, dan Kecemasan Pembaca

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X