Tulus Bikin Malam Minggu di Sounds Fair Jadi Galau

Kompas.com - 27/10/2014, 12:25 WIB
Tulus tampil di Sound Fair, Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (25/10/2014) malam. KOMPAS.com/IRFAN MAULLANATulus tampil di Sound Fair, Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (25/10/2014) malam.
|
EditorKistyarini
JAKARTA, KOMPAS.com - Vokalis bersuara merdu Tulus membuat malam Minggu di hari kedua Sounds Fair, yang digelar di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (25/10/2014) jadi galau.

"Ini ada lagu, yang saya tulis untuk menceritakan tentang sakit hati. Jadi kalau kita sakit hati itu seperti melempar bumerang yang ketika kira lempar akan segera balik lagi," kata Tulus menyajikan melempar "Bumerang" setelah "Merdu Untukmu" dan "Baru" lebih dulu membuka penampilannya.

"Itu tadi 'Bumerang', saya senang sekali bisa ketemu kalian langsung malam ini," lanjutnya. Setelah bercerita tentang rasa sakit hati lewat lagu "Bumerang", Tulus kemudian mengisahkan masa kecilnya.

"Berikutnya adalah sebuah lagu tentang binatang. Ini cerita tentang masa kecil saya, saya dulu dipanggil gajah. Awalnya saya enggak terima, tapi saya memutar otak untuk membuatnya menjadi sebuah lagu, 'Gajah'," tutur Tulus sebelum menyanyikan "Gajah" yang kemudian disambung dengan "Satu Hari di Bulan Juni".

Suasana kian "galau" ketika Tulus berbicara tentang pasangan hidup. "Berikutnya tentang manusia yang dibutuhkan manusia lain, tentang teman yang dibutuhkan teman yang lain, ini dia 'Teman Hidup'," ujarnya di intro lagu "Teman Hidup".

Tulus juga mengajak penyuka musiknya bergoyang. "Sebelum ke lagu-lagu bernyanyi bersama, gimana kalau kita nyanyi bersama dulu. Goyang ke kiri ke kanan saja," kata Tulus di awal "Lagu Untuk Matahari".

Namun, baru saja membuat penonton bergoyang, Tulus lagi-lagi membuat Sounds Fair kembali galau dengan tiga lagu lain dalam penampilannya, "1000 Tahun Lamanya", "Jangan Cintai Aku Apa Adanya", dan "Sepatu".

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Lagu berikutnya adalah yang diinjak-injak setiap hari, setiap hari berjalan bersama, tapi tidak bisa bersatu, ini dia Sepatu," ujar Tulus sebelum "Sewindu" menggenapkan repertoar yang disusunnya.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.