Taylor Swift Hengkang, CEO Spotify Bela Diri

Kompas.com - 12/11/2014, 22:24 WIB
Penyanyi, pencipta lagu, dan pemain musik Taylor Swift tampil di panggung pergelaran Grammy Awards 2014 di Staples Center, Los Angeles, California, AS, 26 Januari 2014 waktu setempat. KEVORK DJANSEZIAN/GETTY IMAGES/AFPPenyanyi, pencipta lagu, dan pemain musik Taylor Swift tampil di panggung pergelaran Grammy Awards 2014 di Staples Center, Los Angeles, California, AS, 26 Januari 2014 waktu setempat.
Penulis Tabita Diela
|
EditorAti Kamil
NEW YORK, KOMPAS.com -- Artis musik AS Taylor Swift (24) memutuskan untuk menarik lagu-lagunya dari layanan streaming musik internasional, Spotify. CEO Spotify, Daniel Ek, segera menanggapi mundurnya Swift dari layanan yang ia tawarkan melalui blog-nya.

Dalam posting tersebut, Ek berkeras bahwa langkah yang diambil Swift tidak tepat. Menurut Ek, seharusnya Swift "berperang" melawan pembajakan, bukan melawan layanan streaming musik.

Ek bahkan menuturkan, sebenarnya Swift bisa menghasilkan lebih dari 6 juta dollar AS jika tetap bekerja sama dengan Spotify.

"Dengan ukuran kami saat ini, pembayaran bagi artis top seperti Taylor Swift (sebelum ia menarik katalognya), bisa mencapai 6 juta dollar AS dan terus bertumbuh. Kami harapkan, jumlah tersebut berganda tahun ini," tutur Ek dalam blog resmi Spotify, news.spotify.com, Senin (11/11/2014) waktu setempat.

CNN Money memberitakan, reaksi cepat CEO Spotify cukup beralasan. Pasalnya, jumlah pendengar musik Swift yang menggunakan jasa Spotify mencapai 16 juta orang selama 30 hari belakangan.

Berbeda dari layanan streaming musik lainnya, seperti Soundcloud dan YouTube, Spotify menawarkan fitur unduh bagi para pengguna yang rela membayar sejumlah uang. Penjualan lagu secara "ritel" itu dipercaya mampu membuat anjlok penjualan album musik. Karena itu, Ek juga berusaha menampik pandangan tersebut dalam blog-nya.

Satu minggu sebelum CEO Spotify menanggapi langkah Swift, Swift telah menyatakan bahwa ia yakin dengan album musik yang diproduksinya. Ia tahu persis bahwa perilaku para penikmat musik saat ini sudah berubah, namun ia tetap yakin bahwa masih ada penikmat musik yang rela membeli albumnya, baik fisik maupun mengunduhnya secara resmi. Karena itu, Swift menilai tidak membutuhkan layanan streaming berbayar.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Per Juni 2014, Swift pun diberitakan memiliki penghasilan sebesar 64 juta dollar AS.

"Saya benar-benar percaya pada album tersebut," tutur Swift, yang dikutip oleh CNN Money.

"Saya mengerti bahwa industri berubah dan banyak orang menggunakan layanan streaming. Namun, ada banyak orang yang tidak. Itulah yang direfleksikan oleh rilis ini," sambungnya.

Layanan yang ditawarkan Spotify sejauh ini belum bisa diakses di Indonesia. Sementara itu, para pendengar musik di beberapa negara tetangga, yaitu Singapura, Malaysia, dan Filipina, sudah bisa menggunakan layanan tersebut.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.