Cinta Indonesia Bukti Ten2Five Masih Solid

Kompas.com - 05/12/2014, 16:41 WIB
Grup musik Ten2Five tampil dalam peluncuran album ketujuh mereka, Cinta Indonenesia di Galeri Indonesia Kaya, Grand Indonesia, Rabu (2/12/2014). KOMPAS.com/IRFAN MAULLANAGrup musik Ten2Five tampil dalam peluncuran album ketujuh mereka, Cinta Indonenesia di Galeri Indonesia Kaya, Grand Indonesia, Rabu (2/12/2014).
|
EditorKistyarini
JAKARTA, KOMPAS.com -- Grup musik Ten2Five yang kini terdiri dari Imel (vokal), Arief (bas), dan Teguh (keyboard, piano) membuktikan bahwa band yang mereka bentuk sejak 2004 masih solid dengan merilis album ketujuh, Cinta Indonesia setelah Didit (gitar), Udin (gitar), dan Poltak (drum) mengundurkan diri.

"Mewakili Ten2Five, kami bersyukur. Kalau bicara bertahan, buat kami adalah suatu kewajiban untuk berkomitmen di musik. Musik sudah memberikan nafkah jadi sudah kewajiban untuk berkarya," kata Imel dalam peluncuran album Cinta Indonenesia di Galeri Indonesia Kaya, Grand Indonesia, Rabu (3/12/2014).

"Kami bersyukur album ini bisa dirilis, kami masih solid bertiga," timpal Teguh.

Meski mereka tersisa tiga personel, Teguh menilai Ten2Five tetap bertahan dengan warna pop berpadu sedikit jazz. Alasannya, karakter vokal Imel yang khas menunjang kekuatan musik yang mereka mainkan.

"Karakter Imel begitu kuat sehingga kalau ganti Imel berarti ganti nama band juga," ungkap Teguh.

Kendati memiliki vokal yang cukup khas, untuk album Cinta Indonesia ini Imel banyak menyesuaikan nyanyiannya dengan aransemen musik lagu daerah "Sinanggar Tullo", "Anju Ahu", "Ayam Den Lapeh", "Kampuang Nan Jauh Di Mato", "Tokecang", "Cing Cang Keling", "Kicir Kicir", "Jali Jali", "Gundul Gundul Pacul", hingga "Yamko Rambe Yamko" yang dimainkan Teguh dan Arief.

"Sebetulnya perjalnan panjang, menyanyikan lagu daerah agak PR (pekerjaan rumah), karena saya orang Sunda agak gimana. Kembali ke cengkok, ya namanya orang Sunda lidahnya tokecang. Mau enggak mau kembali mendengarkan lagu daerah yang lama," tutur Imel.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Goenawan Mohamad tentang Gandari, 'Tempo', dan Don Quixote

Goenawan Mohamad tentang Gandari, "Tempo", dan Don Quixote

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X