Filosofi Film "Pendekar Tongkat Emas" di Mata CEO Kompas-Gramedia - Kompas.com

Filosofi Film "Pendekar Tongkat Emas" di Mata CEO Kompas-Gramedia

Kompas.com - 15/12/2014, 02:17 WIB
Miles Films Eva Celia, yang berperan sebagai Dara dalam film laga Pendekar Tongkat Emas, diabadikan di lokasi shooting film tersebut di Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur.

JAKARTA, KOMPAS.com - Executive Producer film Pendekar Tongkat Emas, Agung Adiprasetyo, mengungkapkan rasa puasnya menyaksikan hasil film garapan Sutradara Ifa Isfansyah. Menurutnya, kombinasi yang disajikan film tersebut begitu lengkap, mulai dari silat, romantisme, hingga filosofi hidup yang bagus.

Agung yang juga merupakan CEO Kompas Gramedia itu mengaku, hampir semua bagian film bagus. Namun hanya ada satu yang paling diingatnya, yaitu filosofi mengenai 'terang itu tidak hanya sekedar harapan, tetapi juga ancaman'.

"Saya berpikir selama ini terang itu harapan. Tapi tiba-tiba di film itu, saya diingatkan kalau terang itu tidak hanya memberi harapan, tapi ancaman juga," tutur Agung kepada Tribunnews.com, saat menghadiri Gala Premier film 'Pendekar Tongkat Emas, di XXI Epicentrum Walk, Jakarta Selatan.

Agung pun mengungkapkan alasan KG Studio, mau terlibat dalam film yang memakan biaya mencapai sekitar 25 miliar tersebut.

"Sebenarnya sudah banyak film yang kita kerjakan. Film itu juga harus sesuai dengan visi misi kita yaitu harus ada pelajaran yang baik dari filmnya. Bukan hanya sekedar adegan berantemnya saja, tapi karena lebih ke filosofi film tersebut," kata Agung.

Agung berharap, industri kreatif seperti film dapat menjadikan sumber devisa terbesar untuk Indonesia. Sebab, menurutnya, orang Indonesia sangat kreatif.

"Di beberapa negara berkembang lain, justru film bisa menjadi industri yang luar biasa, tapi di Indonesia saja yang belum. Mudah-mudahan, kita bisa memberikan kontribusi untuk membangun industri kreatif," ujarnya. (Achmad Rafiq)


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorBayu Galih
Komentar
Close Ads X