Chelsea Islan Gelapkan Kulit Demi Diana

Kompas.com - 08/01/2015, 17:21 WIB
Chelsea Islan hadir dalam acara press screening film Di Balik 98, yang disutradarai oleh Lukman Sardi, di Djakarta Theater XXI, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (7/1/2015) malam. KOMPAS.com/IRFAN MAULLANAChelsea Islan hadir dalam acara press screening film Di Balik 98, yang disutradarai oleh Lukman Sardi, di Djakarta Theater XXI, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (7/1/2015) malam.
|
EditorAti Kamil
JAKARTA, KOMPAS.com -- Untuk menjadi Diana, mahasiswa yang giat ambil bagian dalam gerakan reformasi 1998 pada film Di Balik 98, artis peran Chelsea Islan (19) menggelapkan warna kulitnya. Untuk memeroleh warna kulit tersebut, ia rajin berlari di bawah sinar matahari, di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta.

"Hampir setiap hari lari di GBK untuk tanning, biar kulitnya semakin hitam, karena tadi kita lihat di filmnya kulitnya sangat coklat," kata perempuan bernama lengkap Chelsea Elizabeth Islan ini dalam wawancara usai acara press screening film Di Balik 98 karya sutradara Lukman Sardi, di Djakarta Theater XXI, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (7/1/2015) malam.

Bukan itu saja tantangannya. Chelsea, yang baru berusia tiga tahun ketika Tragedi Trisakti terjadi pada 12 Mei 1998, juga dituntut untuk menambah wawasannya demi mendalami Diana.

"Terus dari situ (setelah menggelapkan kulit) saya banyak belajar juga, ketemu banyak orang, bertukar pikiran dengan mahasiswi Trisakti, ke kampus Trisakti, dan ke museum Trisakti juga. Di situ ada jaket kena darah mereka taruh, foto-foto zaman dulu. Bahkan, mawar yang mereka kasih ke tentara itu masih ada," cerita Chelsea.

"Seumur hidup saya tidak pernah demo. Baru di film ini. Saat shooting, saya menaruh di pikiran saya ini tahun 1998, bukan tahun 2013. Kan film ini shooting-nya tahun 2013," lanjut gadis kelahiran AS, 2 Juni 1995, ini.

Di Balik 98 merupakan debut artis peran Lukman Sardi sebagai sutradara film panjang. Film tersebut dibintangi pula oleh, antara lain, Boy William, Donny Alamsyah, Fauzi Baadilla, Alya Rohali, Verdi Solaiman, dan Amoroso Katamsi. Film itu akan mulai diputar di gedung-gedung bioskop Tanah Air pada 15 Januari 2015.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Goenawan Mohamad tentang Gandari, 'Tempo', dan Don Quixote

Goenawan Mohamad tentang Gandari, "Tempo", dan Don Quixote

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X