Maratua Jazz & Dive Fiesta Akan Digelar September 2015

Kompas.com - 11/01/2015, 15:09 WIB
Pemandangan tampak indah di Pulau Maratua di kawasan Kepulauan Derawan, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, Rabu (18/9/2013), ketika air laut surut. Resor berdiri di atas pasir putih nan bersih. KOMPAS/SAMUEL OKTORAPemandangan tampak indah di Pulau Maratua di kawasan Kepulauan Derawan, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, Rabu (18/9/2013), ketika air laut surut. Resor berdiri di atas pasir putih nan bersih.
EditorTri Wahono


KOMPAS.com 
- Untuk pertama kalinya, konser jazz berskala internasional akan digelar di pulau terluar pada September 2015 yakni Maratua Jazz and Dive Fiesta.

Acara ini merupakan upaya untuk mempromosikan destinasi wisata Kabupaten Berau, Kalimantan Timur khususnya Pulau Maratua, Kepulauan Derawan.

Maratua Jazz and Dive Fiesta bertujuan menggabungkan 2 komunitas yaitu komunitas diving dan penikmat jazz.

Pulau Maratua adalah pulau terluar Indonesia yang terletak di Laut Sulawesi dan berbatasan dengan negara Malaysia dan merupakan bagian dari wilayah pemerintah Kabupaten Berau, Provinsi Kalimantan Timur.

Berada di dalam kawasan konservasi Taman Pesisir dan Laut Kepulauan Derawan, Maratua beserta pulau-pulau di sekitarnya, merupakan surga yang menegaskan potensi pariwisata yang dapat terus dikembangkan.

Kepulauan Derawan saat ini telah menjadi salah satu tujuan wisata bahari yang cukup penting di Indonesia sehingga menjadi surga bagi para divers untuk menikmati kekayaan bawah laut seperti ubur–ubur tidak menyengat di Danau Pulau Kakaban, penyu, manta, hiu, barakuda, paus, serta terumbu karang yang beraneka warna.

Kepulauan Derawan khususnya Pulau Maratua merupakan destinasi diving yang cukup di kenal oleh para pencinta bawah laut baik lokal, nasional bahkan Internasional. Lebih dari 40 dive site dapat di nikmati di gugusan Kepulauan Derawan.

Bahkan kawasan bahari ini menjadi salah satu dari 16 destinasi wisata di Indonesia yang menjadi perhatian dan andalan nasional melalui program Destination Management Organisation (DMO) berpotensi untuk dikunjungi wisatawan. 

Berada di pusat terumbu karang dunia (coral triangle) menjadikan kekayaan keanekaragaman hayati lautnya menempatkan Kepulauan Derawan menjadi salah satu pusat kekayaan sumber daya laut terbaik di dunia bersama Kepulauan Raja Ampat dan Kepulauan Micronesia. 

Road to Maratua Jazz

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Goenawan Mohamad tentang Gandari, 'Tempo', dan Don Quixote

Goenawan Mohamad tentang Gandari, "Tempo", dan Don Quixote

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X