Pianis Muda Ajaib Indonesia, Joey Alexander, Jadi Berita Dunia

Kompas.com - 15/05/2015, 14:14 WIB
Joey Alexander tampil di Dizzy's Club Coca-Cola, Manhattan, New York, AS. The New York Times Joey Alexander tampil di Dizzy's Club Coca-Cola, Manhattan, New York, AS.
EditorEgidius Patnistik
KOMPAS.com — Bocah Indonesia, Joey Alexander yang berusia 11 tahun, menjadi berita di sejumlah media terkemuka dunia karena keterampilannya memainkan piano. Dia pun dijuluki bocah ajaib (child prodigy) karena talentanya yang luar biasa itu.

Situs web New York Times pada Selasa (12/5/2015) membuat berita panjang berjudul "Joey Alexander, an 11-Year-Old Jazz Sensation Who Hardly Clears the Piano’s Sightlines". Untuk versi cetaknya, media itu membuat judul "He’s a Jazz Virtuoso Who Can Barely See Over a Baby Grand". The Telegraph, Rabu, membuat judul, "The 11-year-old taking jazz world by storm", sementara NBC News, Kamis, membuat judul "Pint-Sized Prodigy Joey Alexander: 'Jazz is About Freedom'".

Joey akan tampil di Newport Jazz Festival yang bergengsi pada Agustus mendatang setelah mendapat pujian di panggung musik jazz Amerika. Joey, yang akan mengeluarkan album debutnya My Favorite Things pada minggu ini, mendapat pujian yang tinggi dari peniup trompet dan direktur Jazz at Lincoln Centre Wynton Marsalis.

Marsalis mengatakan, "Tidak pernah ada orang sebelumnya yang dapat Anda bayangkan bisa bermain seperti itu pada usia seperti dia. Saya menyukai segala sesuatu terkait permainannya, ritmenya, kepercayaan dirinya, dan pemahamannya tentang musik."

YouTube

Marsalis, seperti dikutip The Telegraph, mengatakan bahwa dia tahu tentang bocah kelahiran Bali itu setelah seorang teman menyarankan dirinya menyaksikan klip bocah itu di YouTube. Saat itu Joey masih berusia 10 tahun, tetapi telah memainkan lagu-lagu John Coltrane, Thelonious Monk, dan Chick Corea.

Sekarang, untuk mempromosikan album debutnya, Joey dijadwalkan akan bermain di festival jazz di Montreal dan Newport. Produser Newport, George Wein, mengatakan, dia selalu enggan menerima apa yang disebut anak ajaib.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Namun, dia telah membuat pengecualian setelah Jeanne Moutoussamy-Ashe, janda legenda tenis Arthur Ashe, membawa Joey ke apartemennya di Manhattan untuk bermain buat dirinya.

"Hal yang berbeda dari kebanyakan pemain muda adalah kematangan pendekatan harmoniknya," kata Wein kepada wartawan AP, Charles J Gans. "Permainannya sangat kontemporer, tetapi ia juga punya sebuah rasa tentang sejarah musik."

Penggemar jazz

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.