Bintangi "Yakuza Apocalypse", Yayan "Mad Dog" Disambut Meriah di Cannes

Kompas.com - 23/05/2015, 09:21 WIB
EditorLaksono Hari Wiwoho


CANNES, KOMPAS.com
 — Film Yakuza Apocalypse garapan sutradara Jepang, Takashi Mike, dan dibintangi pesilat Indonesia, Yayan Ruhian, mendapat sambutan luar biasa dari para pencinta, pemerhati, serta wartawan film di Festival Film Cannes di kota Cannes, Riviera, Perancis, sejak 13 Mei.

"Luar biasa sambutan penonton, saya merasa terharu," ujar Yayan Ruhian kepada Antara London yang ikut menyaksikan pemutaran perdana film Yakuza Apocalypse: The Great War of the Underworld bersama lebih dari 500 penonton dalam acara The Cannes Directors Fortnight di gedung Theather Green Room, Kamis (21/5/2015) malam.

Sebelum film dimulai, pembawa acara memperkenalkan Yayan yang menjadi bintang malam itu. Pemeran Mad Dog dalam film The Raid: Redemption itu mempertunjukkan aksi silatnya dengan berbagai jurus di panggung dan mendapat sambutan luar biasa dari penonton.

Film yang dibintangi Hayato Ichihara, Yayan, Sho Aoyagi, dan Riko Narumi ini menceritakan kisah tentang Akira (Hayato) yang mengidolakan seorang Genyo Kamiura. Genyo adalah kelompok Yakuza yang paling kuat.

Genyo Kamiura sering kali menjadi target operasi pembunuhan, tetapi ia tidak pernah terbunuh oleh para musuhnya. Itu sebabnya ia mendapatkan julukan sebagai "manusia tak terkalahkan" oleh musuhnya.

Karena Genyo Kamiura, Akira memasuki dunia para gangster Yakuza. Teman Yakuza-nya memperlakukannya seperti seorang yang idiot, Akira bahkan tidak mendapatkan tato karena ia memiliki kulit sensitif.

Perlahan demi perlahan, Akira kecewa terhadap dunia Yakuza. Ia merasa dunia Yakuza yang ia alami berbeda dari apa yang ia lihat di film-film. Perbedaan yang paling ia rasakan ada pada kesetiaan dan kebaikan hati yang hanya tergambar dari para Yakuza di film-film.

Sutradara Takashi Miike tidak sempat hadir di Cannes. Namun, sutradara yang dikenal dengan karya-karya action-nya itu mengirimkan sambutan dengan diselipi humor yang membuat penonton tertawa dengan ulahnya yang bergaya seperti Geisha dengan payungnya.

"Saya senang dan bangga bisa bekerja dengan Takashi Mike karena ia bukan sutradara Jepang biasa," ujar Yayan. Ia mengatakan bahwa bekerja dengan insan film asing membutuhkan disiplin tinggi.

Satu tahun persiapan

Halaman:


Video Pilihan

Sumber Antara
 

Konten pilihan untukmu

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.