bonita & the hus BAND: Dari Galau hingga Prihatin - Kompas.com

bonita & the hus BAND: Dari Galau hingga Prihatin

Kompas.com - 26/05/2015, 14:16 WIB
KOMPAS.com/THALIA SHELYNDRA WENDRANIRSA bonita & the hus BAND, yang terdiri dari (kiri ke kanan) Jimmy Boyke Lb Tobing (saksofon), Petrus Briyanto Adi atau Adoy (gitar), Bonita (vokal), dan Bharata Eli Gulo (drum), diabadikan ketika menjalani shooting sebuah video di Jalan Benda, Jakarta Selatan, Senin (25/5/2015).
JAKARTA, KOMPAS.com -- Grup musik bonita & the hus BAND kini sedang sibuk menjalani tur ke sejumlah kota besar di Indonesia dalam rangka promosi album pertama mereka, Small Miracles. Namun, meski baru mengeluarkan album pertama, mereka sebenarnya telah merilis sejumlah hasil rekaman musik lain yang mereka jual di Singapura.

"Sebelum kami mengeluarkan album kami yang ini, Small Miracles ini, November lalu, kami  pernah 2009 dan 2010 ke Singapura. Tahun 2009, kami bertiga, belum sama pemain saksofon. Nah, waktu kami berangkat bertiga itu, album soloku itu belum keluar, sedangkan kami di sana pengin bisa jualan CD, supaya orang enggak cuma nonton, tapi bisa denger. Akhirnya, kami rekaman bertiga, itu Volume 1 bonita & the hus BAND. Volume 1, satu shift (jadwal penggunaan studio musik) kami menyelesaikan tujuh lagu," kisah Bonita, vokalis bonita & the hus BAND, kepada Kompas.com, di lokasi shooting sebuah video yang dijalani oleh grup musik tersebut, di Jalan Benda, Jakarta Selatan, Senin (25/5/2015).

Akhirnya mereka menjual CD tersebut di Singapura ketika tampil di Esplanade pada 2009. Selang setahun sejak itu, bonita & the hus BAND kembali diundang ke Singapura dengan komposisi personel yang baru, yaitu Bonita (vokal), Petrus Briyanto Adi atau Adoy (gitar), Bharata Eli Gulo (drum), dan Jimmy Boyke Lb Tobing (saksofon).

"Tahun 2010 Jimmy udah gabung, kami diundang main di sana (Singapura) lagi," kisah Bonita lagi.

Mereka pun memutuskan untuk menggarap Volume 2, yang berisi hasil rekaman ulang sejumlah lagu dari Volume 1 dengan kehadiran permainan saksofon.

Mereka memiliki alasan mengapa tidak merilis album-album tersebut di Indonesia ketika itu.

"Kami penginnya kalau bikin rekaman bonita & the hus Band di Indonesia harus yang lebih baik lah hasilnya, konsepnya, dan segala macem," terang Bonita.

Setelah lima tahun berdiri, akhirnya mereka merilis album pertama pada 5 November 2014. Album itu berisi lagu-lagu mereka dari 2007 dan "Small Miracles" merupakan salah satu dari lagu-lagu itu.

"Ada 12 lagu, dua lagu galau, 'Aint Gonna Fall' dan satu lagi '4pm'. Selebihnya sih cerita tentang kabar baik sih," jelas Bonita.

Dalam album itu ada pula lagu-lagu yang berbicara mengenai keprihatinan dan perhatian mereka mengenai kondisi negara kita sekarang.

"Tentang hal-hal baik, tentang berita baik, tentang doa kami sebgai orangtua, sebagai teman sejawat, sebagai concerned citizen di Indonesia," lanjutnya.

Menurut Adoy, gitaris dan suami Bonita, untuk mencipta sebagian besar lagu dalam album tersebut, mereka terinspirasi oleh pengalaman sehari-hari.

"Kejadian sehari-hari lah untuk tema lagu dan lirik. Kejadian sehari-hari baik personal maupun bersama-sama. Selain itu, harapan. Selain itu adalah kebermusikan kami bersama," kata Adoy.

Menurut Bonita dan kawan-kawannya, banyak orang tanpa sadar tidak atau kurang mensyukuri apa yang sudah mereka miliki, meski sekadar kejadian yang terjadi dalam keseharian.

"Album ini tuh mengingatkan kembali, sering-sering deh bersyukur," tekan Bonita.

Tur promosi album Small Mircales bertajuk Be Nice to Each Other dan sudah dimulai pada Februari 2015 di Malang, Jawa Timur. Dari sana, mereka mengunjungi Surabaya di Jawa Timur, Solo di Jawa Tengah, Yogyakarta di Daerah Istimewa Yogyakarta, Purwokerto di Jawa Tengah, dan sejumlah kota di Jawa Barat. Dijadwalkan, sesudah lebaran tahun ini, mereka akan tampil di sejumlah kota di Sumatera.


EditorAti Kamil

Close Ads X