Mengapa Sapardi Djoko Damono Tolak Tawaran Luna Maya?

Kompas.com - 15/06/2015, 16:07 WIB
|
EditorAti Kamil
JAKARTA, KOMPAS.com — Artis peran, model, dan pembawa acara Luna Maya dikabarkan tertarik mengadaptasi puisi terkenal Hujan Bulan Juni karya penulis dan penyair, Sapardi Djoko Damono (75), menjadi cerita film layar lebar. Namun, Sapardi mengaku menolak tawaran Luna itu.

"Oh, saya kira enggak (menerima tawaran itu)," ucap Sapardi ketika diwawancara oleh Kompas.com, sesudah acara peluncuran novel Hujan Bulan Juni di Gramedia Central Park, Jakarta Barat, Minggu (14/6/2015).

Menurut Sapardi, ia menolak tawaran tersebut karena draf skenario film yang disodorkan oleh Luna melenceng dari makna puisi yang ia tulis pada 1989 tersebut.

"Ketika dia (Luna Maya) menawarkan itu, minta izin, dia kan menyerahkan skenario, tetapi skenarionya kok lain," kata Sapardi.

Terlebih lagi, lanjut Sapardi, novel Hujan Bulan Juni, yang baru diluncurkannya dan ditulisnya berdasarkan puisinya tersebut, memiliki penokohan dan alur cerita yang berbeda jauh dari draf skenario versi Luna. Oleh karena itu, menurut Sapardi lagi, akan aneh jika ada film dan novel yang judulnya sama, tetapi alur cerita dan penokohannya jauh berbeda.

"Waktu ditawari itu (film), saya belum selesai tulis novelnya. Dia kan sama sekali belum baca novel saya," katanya.

"Mereka bikin sendiri (draf skenario), jadi lain sekali situasinya. Ini bisa bermasalah bagi yang nonton dan yang baca. Kalau berbeda karena diintepretasikan, enggak apa-apa. Kalau sama sekali berbeda (makna), ya untuk apa judulnya sama," ujarnya.

"(Ceritanya) bukan harus sama seperti cerita novel. Dia kan belum baca novel, mau ambil dari puisi aja. Namun, kalau berdasarkan puisinya, nanti akan berbeda dengan novelnya. Jadi, barang kali tidak (jadi film). Gimana kalau nanti cerita filmnya lain, cerita novelnya lain?" ujarnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

 

Konten pilihan untukmu

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.