Berada di Indonesia, Aming Enggan Berkomentar Soal LGBT

Kompas.com - 28/07/2015, 22:41 WIB
|
EditorIrfan Maullana
JAKARTA, KOMPAS.com -- Artis komedi Aming (34) enggan menjelaskan apa alasan ia ikut serta dalam parade NYC Pride, parade untuk kaum lesbian, gay, biseksual, dan transjender (LGBT) yang diselenggarakan di New York City, Amerika Serikat, pada Minggu, 28 Juni 2015.

"Enggak mau ah soal itu," ujar Aming lalu menghindar ketika Kompas.com berusaha mewawancarainya usai press screening film 99% Muhrim Get Merried, di Epicentrum XXI, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (28/7/2015).

Bintang film Quickie Express ini pun kembali tak mau menjawab soal kegiatan apa saja yang dia lakukan di Amerika. Padahal, ketika itu, Aming pergi bersama dengan sahabatnya Chef Priscil dan Vicko.

"Pokoknya ada deh. Udah ya," ucapnya sambil berjalan cepat ke ruangan para artis.

Diberitakan sebelumnya, Aming telah memberikan penjelasan mengenai hal tersebut dalam wawancara bersama VOA Indonesia di AS. Berikut beberapa kutipan wawancaranya: 

Apakah Aming memang ada rencana ikut parade gay itu?
"Saya itu ada di Amerika dari tanggal 23 Juni. Tujuannya ada tiga. Pertama mencari sekolah S2. Terus mau bikin usaha bareng sahabat-sahabat saya, Chef Priscil dan Vicko. Dan ketiga saya mau berkesenian di sini. Nah tiba-tiba ada teman saya bilang, 'Ming ayo ikut, ada NYC Pride (parade NYC).' Bukan Gay Pride. Artinya ini adalah parade bagi publik kota New Yok untuk merayakan kebebasan berekspresi. Eh kebetulan ini pas dengan dilegalkannya pernikahan sejenis. Yah mana saya tahu..."

Tapi apakah Aming sendiri mendukung LGBT?
"I don’t accept. I don’t refuse. But I do respect. Artinya saya tidak menolak, tidak juga mengiyakan. Tapi saya menghormati kebebasan orang. Namanya hak dan kewajiban itu harus sama, harus balance. Jadi kalau ada yang bilang saya mendukung, wah itu tau dari mana? Saya enggak pernah ngomong seperti itu. Tapi berita-berita Aming mendukung LGBT banyak beredar di berbagai media? Jadi gini. Semua berita yang ada di social media, website dan media cetak itu adalah berita yang mengarahkan, yang membentuk opini publik. Kok bisa-bisanya ada tulisan seperti itu? Saya tidak pernah diwawancara. Saya juga enggak pernah langsung ditanya. Berita-berita itu sepihak tanpa konfirmasi dari saya. Tapi ya saya sudah memaafkan mereka yang men-dzalimi saya. Mumpung bulan puasa juga, saya tidak mau banyak berkomentar. Kalau saya membalas lagi, wah enggak ada bedanya saya sama mereka, iya kan."

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.