Soal Suap, Pihak Ludwig Tuding Jessica Iskandar Cari Sensasi

Kompas.com - 05/08/2015, 22:23 WIB
Presenter sekaligus pemain film Jessica Iskandar memberi keterangan dalam jumpa pers mengenai kemelut pernikahannya dengan Ludwig Franz Willibald Maria Joseph Leonard Erbgraf Von Waldburg Wolfegg Waldsee, pada acara Pesbukers di Studio ANTV, Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (9/3/2015). Jessica ingin Ludwig ke Indonesia untuk menemui anaknya. TRIBUNNEWS.com/JEPRIMAPresenter sekaligus pemain film Jessica Iskandar memberi keterangan dalam jumpa pers mengenai kemelut pernikahannya dengan Ludwig Franz Willibald Maria Joseph Leonard Erbgraf Von Waldburg Wolfegg Waldsee, pada acara Pesbukers di Studio ANTV, Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (9/3/2015). Jessica ingin Ludwig ke Indonesia untuk menemui anaknya.
|
EditorIrfan Maullana
JAKARTA, KOMPAS.com -- Kuasa hukum Ludwig Franz Willibald Maria Joseph Leonard Erbgraf Von Waldburg Wolfegg Waldsee, Windri Marieta, menganggap artis peran Jessica Iskandar (27) hanya mencari sensasi dengan mengaku akan disuap Rp 5 miliar menyangkut kasus pembatalan pernikahannya.

"Ya itu mungkin motivasinya cari sensasi jelang putusan," ucap Windri di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Rabu (5/8/2015).

Windri mengatakan, jika memang tuduhan penyuapan itu ditujukan langsung kepada Ludwig, maka Jessica dinilainya telah melakukan pencemaran nama baik.

"Mungkin dilihat dulu perkembangannya. Itu sebenarnya bisa masuk pencemaran nama baik. Tapi tentu saja hal-hal tersebut kan harus dianalisis lebih dahulu," ucapnya.

Satu yang pasti, pernyataan Jessica itu dikatakannya tidak berdasar dan tak memiliki bukti. "Yang jelas dari pihak kami sangat menyayangkan apalagi tuduhannya tidak ada dasarnya, tidak ada alasannya, buktinya apa," kata Windri.

Diberitakan sebelumnya, dalam akun Twitter-nya ibu satu anak ini menuliskan kalimat kekesalannya karena seseorang berinisial "L" mencoba menyogoknya sebesar Rp 5 miliar.

"L, uang 5M ga bisa beli kejujuran aku! Mungkin kamu bisa sogok yang lain tapi bukan aku!!" tulisnya, Kamis (30/7/2015).

Walaupun tak menyebutkan secara langsung siapa orang berinisial "L" itu, namun tweet Jessica berikutnya menunjukkan uang sogokan itu menyangkut masalah perceraiannya atau pembatalan nikah dengan Ludwig, seorang pria berkebangsaan Jerman.

"Aku sudah menang di PTUN (Pengadilan Tata Usaha Negara), kita lihat aja nanti di PN (Pengadilan Negeri).. Uang kamu atau kejujuran yang menang.. #terusberdoa," tulisnya lagi.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Goenawan Mohamad tentang Gandari, 'Tempo', dan Don Quixote

Goenawan Mohamad tentang Gandari, "Tempo", dan Don Quixote

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X