Seizin Ibu, Asty Ananta Berani Potong Pendek Rambutnya

Kompas.com - 06/09/2015, 18:08 WIB
Asty Ananta berpose sebelum dan sesudah rambutnya dipotong dalam acara Shave for Hope di Avenue of Stars Lippo Mall Kemang, Jakarta, Minggu (6/9/2015). Shave for Hope adalah kampanye penggalangan dana sosial untuk meringankan beban anak-anak pasien kanker. KOMPAS.com / RODERICK ADRIAN MOZESAsty Ananta berpose sebelum dan sesudah rambutnya dipotong dalam acara Shave for Hope di Avenue of Stars Lippo Mall Kemang, Jakarta, Minggu (6/9/2015). Shave for Hope adalah kampanye penggalangan dana sosial untuk meringankan beban anak-anak pasien kanker.
|
EditorAti Kamil
JAKARTA, KOMPAS.com -- Artis peran Asty Ananta (31) mengatakan, ia harus mendapatkan izin dulu dari ibunya, agar ia bisa memotong pendek rambut panjangnya dalam kegiatan amal Shave for Hope: Botakin Selebriti atau #botakinselebriti.

"Saya minta izin ke ibu," ucap Asty dari panggung Shave for Hope sebelum ambil bagian dalam kegiatan amal tersebut di Lippo Mall Kemang, Jakarta Selatan, Minggu (6/9/2015).

Asty berkisah, sang ibunda lah yang selama ini menginginkannya berambut panjang. Lanjut Asty, ibunya memberi izin setelah ia menjelaskan bahwa potong rambut itu akan dilakukannya untuk membantu menggalang dana dan memberi dukungan semangat kepada anak-anak yang menderita penyakit kanker.

"Ibu saya sempat nanyain, ini tujuannya apa. Ibu mengingatkan saya bahwa, dengan rambut panjang saya, saya bisa dapat pekerjaan. Tapi, saya jelaskan, ini tujuannya untuk apa. Akhirnya, ibu saya mengizinkan," terang Asty.

Ia juga menjelaskan alasannya tak membotakkan rambutnya sebagaimana rekan-rekannya dalam kegiatan amal tersebut.

"Kalau sampai botak, ibu saya belum kasih izin dan perusahaan saya juga ngeri. He he he. Tapi, kalau pendek, ibu izinkan karena untuk yang baik," terangnya lagi.

Selain oleh Asty, Shave for Hope: Botakin Selebriti juga diikuti oleh Indra Bekti, Sogi Dhuaja, Tora Sudiro, Danang Postman, Adit Insomnia, Ananda Omesh, Bertrand Antolin, Rhesa "Endah N Rhesa", dan Alexander Thian. Kegiatan tersebut merupakan kampanye penggalanan dana untuk meringankan beban anak-anak yang menderita kanker. Dana yang terkumpul akan disalurkan ke Yayasan Pita Kuning Anak Indonesia (YPKAI-C3).

Pada 2013, Shave for Hope berhasil mengumpulkan kira-kira Rp 1,1 miliar dan 3.281 orang peserta. Setiap kepala yang dicukur dihargai Rp100.000 oleh donatur.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terpopuler

komentar di artikel lainnya
Close Ads X