"Black Mass": Ketika Kejahatan Merajalela

Kompas.com - 20/09/2015, 17:28 WIB
EditorAti Kamil
JAKARTA, KOMPAS.com -- Apa jadinya jika penegak hukum yang seharusnya melindungi warga justru bekerja sama dengan penjahat berdarah dingin yang bernafsu menguasai segalanya? Kota seperti Boston pun diliputi masa-masa kelam akibat merajalelanya kriminalitas.

John Connolly (Joel Edgerton) adalah penyelidik FBI yang berambisi namanya segera meroket. Targetnya adalah menghancurkan Anguilo, kelompok mafia paling diincar. Ia pun teringat teman masa kecilnya, James "Whitey" Bulger alias Jimmy (Johnny Depp), penjahat kecil-kecilan di daerah asalnya di Boston selatan.

Jimmy menerima tawaran menjadi informan FBI yang disodorkan Connolly. Dengan cerdik, ia memanfaatkan keistimewaan sebagai informan untuk mengalahkan lawan-lawannya sekaligus membesarkan bisnis ilegalnya, seperti narkoba dan pemerasan. Dengan cepat bisnisnya membesar. Ini ditambah dengan sifat Jimmy yang kejam dan tak kenal ampun terhadap musuh dan orang-orang yang mengkhianatinya. Ia juga rajin menebar uang kepada para penegak hukum, mulai dari polisi hingga agen FBI. Terhitung Jimmy menjadi informan FBI selama 30 tahun.

Film Black Mass diadaptasi dari buku Black Mass: The True Story of An Unholy Alliance Between The FBI and The Irish Mob karya Dick Lehr dan Gerard O'Neill. Kisahnya adalah tentang Whitey Bulger, pemimpin gangster Winter Hill yang berjaya di Boston Selatan. Sosok Whitey digambarkan lewat kesaksian sejumlah anak buahnya yang tertangkap, yakni Steve Flemmi (Rory Cochrane), Kevin Weeks (Jesse Plemons), dan John Martorano (W Earl Brown). Film difokuskan pada masa akhir 1970-an hingga tahun 1980-an, periode merajalelanya aksi Whitey.

Selain membesar menjadi gangster, Whitey yang berdarah Irlandia juga mendanai penyelundupan senjata bagi tentara IRA di Irlandia Utara. Johnny Depp tampil sebagai Whitey dengan kepala botak di bagian depan. Ia menghadirkan sosok Whitey yang dingin hampir tanpa senyum dengan lingkar hitam di sekeliling mata. Whitey sosok kontradiktif yang bisa dengan mudah menghabisi nyawa orang, tetapi lembut dan penuh perhatian kepada ibu atau tetangganya yang perempuan tua.

Kehidupannya sangat bertolak belakang dengan kehidupan sang adik yang terpelajar, William "Billy" Bulger yang diperankan aktor Inggris, Benedict Cumberbatch, yang sebelumnya bermain gemilang dalam The Imitation Game. Billy pernah tercatat sebagai Ketua Senat Negara Bagian Massachusetts dan Rektor Universitas Massachusetts. Sayangnya, konflik kepentingan yang mungkin terjadi di antara kedua saudara ini tidak muncul dalam film. Kakak adik ini punya hubungan sangat erat sebagai saudara.

Demikian pula dengan konflik yang mungkin terjadi antara Connolly dan atasannya, Charles McGuire (Kevin Beacon), atau dengan koleganya, John Morris (David Harbour), yang kemudian mengungkap kasus ini kepada wartawan, tidak banyak dieksplorasi. Jalan cerita lebih banyak terpengaruh oleh kronologis biografi Whitey Bulger. Tensi lebih banyak pada kebrutalan Whitey atau anak buahnya saat menghabisi lawan. Cerita diakhiri dengan narasi tentang nasib akhir Whitey, Connolly, serta para pelakon lainnya termasuk Billy. (SRI REJEKI)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

 

Konten pilihan untukmu

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.