Bermasker Saat Aksi Peduli Asap, Melanie Subono dan Momo Geisha Tak Dikenali

Kompas.com - 10/10/2015, 02:31 WIB
Melanie Subono, Geisha, dan Walhi melakukan aksi protes dengan menggunakan masker di Patung Kuda Arjuan Wiwaha. Mereka membagi-bagikan selembaran kepada pengguna jalan, Jumat (9/10/2015). Selembaran itu berisi ungkapan kepedulian pada korban kebakaran hutan. KOMPAS.COM/JESSI CARINAMelanie Subono, Geisha, dan Walhi melakukan aksi protes dengan menggunakan masker di Patung Kuda Arjuan Wiwaha. Mereka membagi-bagikan selembaran kepada pengguna jalan, Jumat (9/10/2015). Selembaran itu berisi ungkapan kepedulian pada korban kebakaran hutan.
Penulis Jessi Carina
|
EditorBayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com - Sejumlah figur publik, seperti Melanie Subono dan Narova Morina Sinaga atau Momo Geisha, turun ke jalan, Jumat (9/10/2015). Mereka membagikan selembaran kertas berpesan kepada pengemudi mobil yang sedang berhenti di Bundaran Patung Kuda Arjuna Wiwaha, Jakarta Pusat.

Pesan dalam kertas tersebut berisi seruan kepedulian kepada korban kabut asap akibat kebakaran hutan di beberapa wilayah Indonesia. Pantauan Kompas.com, Melanie Subono mengenakan masker yang merupakan bagian dari aksi mereka sore itu. Ini membuat wajahnya tampak tidak dikenali.

Ketika lampu lalu lintas menunjukan warna merah, Melanie langsung berlari menghampiri mobil-mobil. Pengemudi mobil tersebut umumnya membuka jendela dan menerima kertas yang diterima Melanie. Namun, beberapa mobil, tidak membuka jendelanya ketika diketuk Melanie. Mereka berlalu begitu saja dan meninggalkan Melanie.

Begitu pun dengan Momo dan personel Geisha lainnya. Mereka membagi-bagikan kertas tersebut kepada pengemudi mobil yang sedang berhenti karena lampu merah. Momo yang ikut dalam aksi dengan riasan wajah lengkap, tampak lebih menarik perhatian pengemudi mobil. Akan tetapi, tetap saja mereka terlihat kebingungan ketika menerima kertas dari Momo.

Mengenai aksi ini, Melanie Subono mengatakan bahwa ini dilakukan memang untuk menyadarkan masyarakat akan kebakaran hutan yang terjadi di Riau dan beberapa wilayah di Kalimantan. Melanie berpendapat, kejadian kabut asap ini bukanlah bencana alam.

"Ini bukan bencana ekologis, ini jelas buatan manusia. Sebenarnya pemerintah sudah tahu kok siapa dalangnya. Cuma apakah mereka berani tangkap?" ujar Melanie.

Sementara Momo, mengaku peduli karena memiliki hubungan emosional yang dekat dengan daerah berkabut asap. Momo mengaku memiliki pengalaman pribadi tentang kabut asap yang timbul akibat kebakaran hutan.

Sejak kecil, Momo dan juga anggota Geisha yang lain sudah menetap di Pekanbaru, Riau. Daerah tersebut menjadi wilayah yang terdampak kebakaran hutan.

"Kita di sini posisinya bukan hanya untuk menyuarakan tapi kita ini juga mantan korban loh. Karena kita asalnya dari Pekanbaru, Riau, dari SD kita sudah ngerasain yang namanya asap. Kita sekolah, belajarnya pakai masker," ujar Momo.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.