Ayah: Misye Arsita, Anak Kesayangan

Kompas.com - 05/11/2015, 16:57 WIB
Pihak keluarga menunggui jenazah Misye Arsita di rumah duka, Desa Maron, Kecamatan Banyakan, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Kamis (5/11/2015). KOMPAS.com/M AGUS FAUZUL HAKIMPihak keluarga menunggui jenazah Misye Arsita di rumah duka, Desa Maron, Kecamatan Banyakan, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Kamis (5/11/2015).
|
EditorAti Kamil
KEDIRI, KOMPAS.com -- Kepergian artis peran dan penyanyi Misye Arsita (51) untuk selamanya, mendatangkan kesedihan yang dalam bagi Muslan (80), ayahnya. 

"Dia adalah anak kesayangan saya," tutur Muslan mengawali ceritanya tentang sang mendiang, sembari mengusap air matanya dengan saputangan, Kamis (5/11/2015) siang.

Pemilik nama asli Misniarti tersebut lahir pada 12 Januari 1964 dan tumbuh di Desa Maron, Kecamatan Banyakan Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Muslan mengungkapkan, sejak Misye kecil, ibunya, Paijem, sudah meninggal dunia.

Menurut Muslan, adik dari Purwati dan kakak dari Winarsih tersebut sudah memerlihatkan bakat seninya sejak kanak-kanak. Menyanyi dan menari merupakan hobinya. Ia kerap tampil dalam kompetisi seni di desanya.

Usai menamatkan SMP, Misye pindah ke Jakarta untuk melanjutkan pendidikan ke tingkat SMA. Di Jakarta itu ia ikut Purwanti, yang lebih dulu pindah. Di Ibu Kota, bakatnya itu terus diasahnya.

Muslan menyebut, anaknya itu juga sempat belajar akting dari artis peran Lydia Kandouw. Kariernya kemudian menanjak dengan sering tampil di layar kaca. Ia terkenal berkat permainannya sebagai ibu Jun dalam sinetron seri Jin dan Jun (1996-2001 dan 2003-2008).
Berkat aktingnya dalam sinetron seri Saat Memberi Saat Menerima (1994-1996), ia menyabet penghargaan pemeran pembantu terbaik Piala Vidia 1996.

Di bidang tarik suara, ibu tiga anak dari dua perkawinan itu menelurkan tiga album. Nyanyiannya yang terkenal adalah "Dingin Yang", ciptaan Sunu Budiono.

Muslan menambahkan, meski sudah menjadi artis terkenal, Misye tidak melupakan asal-usulnya. Ia masih pulang ke kampung halamannya untuk menjenguk keluarga dan kerabatnya, meski setahun sekali saja, ketika Lebaran tiba.

Kesempatan itu digunakan oleh Misye untuk berbagi dengan sesama. Ia mebagi-bagi "salam tempel" kepada para tetangganya. Menurut Muslan, Misye merupakan pahlawan keluarga.

Misye  meninggal dunia pada Kamis (5/11/2015) pukul 03.00 WIB di Kediri. Ia menderita penyakit TBC kelenjar dan infeksi paru-paru.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

 

Konten pilihan untukmu

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.