Lihat... Musisi dan Penyanyi Beken Saja Masih Mau Berwirausaha!

Kompas.com - 19/11/2015, 21:21 WIB
Vokalis grup band Nidji, Giring Ganesha, diabadikan di studio Gen FM, Menara Imperium, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (15/6/2015). KOMPAS.com/TRI SUSANTO SETIAWANVokalis grup band Nidji, Giring Ganesha, diabadikan di studio Gen FM, Menara Imperium, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (15/6/2015).
|
EditorLatief

KOMPAS.com – Aqinomoto Singgih alias Aqi, misalnya. Salah satu personel grup band Alexa itu punya hobi otomotif, khususnya motor gede. Dari hobinya itu Aqi membangun bisnis bengkel khusus motor gede.

Berdampingan dengan bengkel, ia juga mendirikan kafe Rene9ade. Di luar kesibukan bermusik, Aqi mengelola kedua bisnis tersebut bersama istrinya.

Berbeda lagi dengan yang dilakoni Giring Ganesha Djumaryo alias Giring ‘Nidji’. Dia menjual beragam merchandise dari musisi terkenal dengan sistem online shop.

Berkaca pada pilihan usaha Giring, bisnis dalam jaringan seperti itu memang nyata sedang menjadi perhatian banyak orang. Mereka itu terutama yang berada di usia produktif pada rentang usia 20 hingga 30 tahun.

Selain Nidji, penyanyi Afgansyah Reza pun melakukan hal serupa. Afgan, sapaan akrabnya, mendirikan bisnis online di bidang clothing line sebagai bentuk investasi. Menurut dia, usahanya ini adalah penerapan ilmu yang didapatkan di bangku kuliah.

Di sisi lain, perkembangan teknologi memudahkan, lanjut Afgan, mendukungnya untuk membagi konsentrasi antara menyanyi dan berbisnis. Dua langkahnya itu ternyata berjalan lancar beriringan dengan pemantauan yang mudah. Sosial media menjadi salah satu caranya memastikan bisnisnya baik-baik saja.

Online shop  

Pada era teknologi seperti sekarang, keberadaan gadget memang semakin diperhitungkan. Kemudahan teknologi dalam genggaman, menjadikan bisnis online seperti milik Giring dan Afgan terus tumbuh.

 

KOMPAS.com/IRFAN MAULLANA Aqi 'Alexa' diabadikan usai jumpa pers drama musikal Jakarta Pagi Ini yang dimainkannya, di kawasan Kemang Utara, Jakarta Selatan, Selasa (25/11/2014).

Bisnis online bahkan dinilai lebih efektif dan efisien karena tidak membutuhkan modal tambahan untuk menyewa tempat. Hanya respons yang cepat saat ada pembeli memesan layanan barang atau jasa.

Memakai sudut pandang lain, bisnis online pun tak membatasi hanya kalangan tertentu untuk bisa menjalankannya. Siapa saja boleh mencoba, dengan catatan, harus cepat merespons pasar. Satu lagi yang perlu diingat, pilihan produk yang akan ditawarkan harus benar-benar ditimbang baik dan buruk peluangnya.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X