"Joey Alexander Ingin Berimprovisasi dan Menghiasi Lagu"

Kompas.com - 09/01/2016, 16:09 WIB
|
EditorIrfan Maullana


LOS ANGELES, KOMPAS.com --
Orangtua pianis jazz Joey Alexander, Denny Silas dan Fara Silas, mengungkapkan bahwa semenjak belajar piano untuk kali pertama di umur enam tahun, putranya selalu ingin berimprovisasi dalam memainkan sebuah lagu.

Hal itu mereka ungkapkan dalam sebuah wawancara dengan Anderson Cooper pada acara 60 Minutes yang tayang pada Minggu (3/1/2016) waktu setempat.

"Joey ingin berimprovisasi dan menghiasi lagu yang ia mainkan dengan improvisasinya. Ia adalah anak yang sangat aktif dan penuh energi. Pada usianya yang menginjak enam tahun kami membawa sebuah keyboard ke rumah. Awalnya, kami ingin mengetahui apakah ia memiliki rasa musik atau tidak karena kami adalah keluarga yang musikal," tutur Denny.

Menurut Denny, awalnya tidak ada yang mengajari Joey memainkan piano dengan segala kemampuan imrpvisasi yang ia miliki saat ini.

"Dia hanya mendengarkan album-album dari Duke Ellington, Charlie Parker, dan Thelonious Monk milik saya dan memainkannya," tuturnya.

Meski begitu, orangtua Joey ternyata juga pernah menyewa seorang guru les piano untuk mengajari Joey. Ia diajari musik klasik, antara lain musik dari Chopin dan Tchaikovsky, tetapi nampaknya hal itu kurang berjalan dengan lancar.

"Hal itu kurang berjalan lancar karena Joey selalu ingin berimprovisasi dan menghiasi lagu yang ia mainkan dengan improvisasinya," ungkap Denny.

"Walau hanya sedikit improvisasi kala itu," timpal Fara.

Dengan hal itu, Denny merasakan bahwa Joey ingin bebas dalam mengekspresikan dirinya dalam bermusik.

"Ia ingin bebas bermain untuk mengekspresikan dirinya dan jazz memungkinkannya untuk hal itu," terangnya.

Permainan Joey akhirnya mulai dikenal publik luas hingga akhirnya orangtuanya memutuskan untuk pindah ke kota New York, AS. Di sana, untuk pertama kalinya ia tampil di Lincoln Center atas undangan Wynton Marsalis yang adalah pemain trumpet yang juga direktur jazz tempat tersebut.

Usai tampil membawkan komposisi jazz "Round Midnight" yang cukup sulit, Joey mendapat tepuk tangan sambil berdiri dari seluruh hadirin.

Menurut Wynton Marsalis, orangtua Joey tidak pernah memaksa Joey untuk melakukan hal itu.

"Dia tidak dipaksa orangtuanya melakukan semua ini. Filosofi bermain anak ini sungguh kuat dan orangtuanya tidak memaksanya. Justru Joey yang mendorong orangtuanya," ujar Marsalis.

“Mereka memfasilitasi Joey," tegasnya.

Pada Mei 2015 sesudah bermain di banyak tempat di AS Joey meluncurkan album perdana bertajuk My Favorite Things. Album itu ia kerjakan bekerja sama dengan Motema Music di New York dan produser musik peraih Grammy Awards, Jason Olaine,

Album tersebut juga membuatnya masuk nominasi dua kategori penghargaan tahunan industri musik internasional Grammy Awards 2016 atau yang ke-58.

Dua kategori itu adalah Best Jazz Instrumental Album untuk album solo debutnya, My Favorite Things (2015), dan Best Improvised Jazz Solo untuk lagu berjudul "Giant Steps" dari album tersebut.

Dengan pencapaian ini, Joey adalah pianis jazz pertama dari Indonesia yang menjadi nomine untuk Grammy Awards.

Merujuk ke situs resmi Grammy Awards, www.grammy.com, dalam kategori Best Jazz Instrumental Album, anak laki-laki berkacamata tersebut bersama albumnya bersaing dengan empat artis musik lain yang membawa album masing-masing.

Mereka adalah Terence Blanchard featuring The E-Collective dengan album Breathless, Robert Glasper & The Robert Glasper Trio dengan Covered: Recorded Live At Capitol Studios, Jimmy Greene dengan Beautiful Life, dan John Scofield dengan Past Present.

Sementara itu, dalam kategori Best Improvised Jazz Solo, ia berhadapan dengan Christian McBride, Donny McCaslin, Joshua Redman, dan John Scofield.

Grammy Awards 2016 akan diselenggarakan pada 15 Februari 2016 di Staples Center, Los Angeles, California, AS.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

 

Konten pilihan untukmu

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.