Sandy "PAS Band" Tak Berani Tinggalkan Gedung Saat Terjadi Ledakan Bom Sarinah

Kompas.com - 14/01/2016, 18:55 WIB
Sandy Andarusman, Drummer PAS Band dalam acara #JurnalisPeduliAsap di Bindaran Hotel Indonesia, Jakarta, Minggu (11/10/2015). KAHFI DIRGA CAHYA/KOMPAS.COMSandy Andarusman, Drummer PAS Band dalam acara #JurnalisPeduliAsap di Bindaran Hotel Indonesia, Jakarta, Minggu (11/10/2015).
|
EditorIrfan Maullana

JAKARTA, KOMPAS.com -- Penabuh drum PAS Band, Agus Teguh Prakosa Andarusman atau Sandy, ikut merasakan situasi yang mencekam saat terjadi ledakan bom di kawasan Sarinah, Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (14/1/2016)

"Selesai siaran jam 10.00 WIB, gue lalu cukur rambut. Gue dengar ledakan kayak gondola gitu, gue keluar lihat banyak orang lari-lari, banyak yang nagis. Dapat info dari security Sarinah ternyata ada bom," ujar penyiar i-Radio itu saat dihubungi, Kamis sore.

Sandy mendengar empat kali ledakan keras. Ia pun tak berani untuk keluar gedung Sarinah lantaran situasi yang sangat mencekam.

"Enggak berani. Pokoknya Sarinah chaos banget, mobil pada desak-desakan mau keluar semua dari parkiran," ucap dia.

Setelah ledakan mulai mereda, kata Sandy, mereka yang terjebak di dalam gedung saat ledakan bom dan baku tembak terjadi akhirnya dapat dievakuasi oleh aparat keamanan.

"Karena diduga aksi teroris, gedung Sarinah disterilkan di dalam. Alhamdulilah gua ngebut pulang ke rumah, sampai rumah jam 11.30 WIB," ucapnya.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X