Kata Tessy, Ia Frustrasi dan Kenal Narkotika karena Gaya Lawaknya Dicekal

Kompas.com - 10/02/2016, 11:02 WIB
Gogon (kiri) dan Tessy tampil dalam acara Syukuran Kelompok Kompas Gramedia 2012 di Istora Senayan, Jakarta, Rabu (1/2/2012). KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZESGogon (kiri) dan Tessy tampil dalam acara Syukuran Kelompok Kompas Gramedia 2012 di Istora Senayan, Jakarta, Rabu (1/2/2012).
|
EditorAti Kamil
JAKARTA, KOMPAS.com — Artis komedi Kabul Basuki (68) alias Tessy mengaku bahwa ia jatuh sakit karena frustrasi. Gaya melawaknya dengan peran sebagai perempuan dilarang masuk layar kaca.

Tessy bahkan menganggap pencekalan itu sebagai awal perkenalannya dengan narkotika.

"Kalau memforsir (terlalu lelah berkegiatan), enggak," ujar Tessy ketika diwawancara pada Selasa (9/2/2016) di Rumah Sakit (RS) Polri, Kramatjati, Jakarta Timur, tempat ia dirawat.

"Selama ini, saya sudah lama enggak nongol di TV. Enggak usah ngomong lagi kan, itu lantaran KPI (Komisi Penyiaran Indonesia)? KPI juga berperan (jadikan) saya pemakai barang haram (narkotika) itu karena frustrasi," tuturnya.

Personel kelompok lawak Srimulat ini mengatakan pula bahwa keputusan itu ia kembalikan kepada stasiun TV dan rumah produksi.

"Itu saya kembalikan ke stasiun (TV) masing-masing, karena apa semua stasiun, PH (production house), perusahaan film, enggak ada yang mau pakai saya?" sambungnya.

"Kalau mau pakai, terus dicekal. Padahal, banyak yang mengatakan, nilai Tessy ya pakai rok. Kalau saya pakai celana, sudah bukan Tessy," ujarnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ia berharap bisa menemukan jalan keluar sehingga bisa kembali mencari nafkah dalam industri hiburan sebagaimana yang dilakukan selama ini.

"Saya berharap, kalau masih ada stasiun yang menganggap saya layak, saya pergunakan, karena sebagian hidup saya di situ enggak ada yang layak lagi," lanjutnya.

Sementara itu, keluarga dan rekan-rekan seprofesinya tetap memberi dukungan karena mengetahui sebab musabab ia mengonsumsi narkotika.

"Support banget, keluarga terutama. Karena apa? Saya bukan teroris, bukan pemerkosa, bukan bandar, saya hanya korban barang haram. Saya ambil hikmahnya aja," tekannya.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.