Afgan Kecewa dengan Hasil Penjualan Musik Digital

Kompas.com - 11/02/2016, 21:28 WIB
Afgan Syahreza diabadikan di The Hook, Jakarta Selatan, Kamis (11/2/2016). KOMPAS.com/ANDI MUTTYA KETENG PANGERANGAfgan Syahreza diabadikan di The Hook, Jakarta Selatan, Kamis (11/2/2016).
|
EditorIrfan Maullana

JAKARTA, KOMPAS.com -- Vokalis Afgan Syahreza (26) tak jarang merasa sedih dan kecewa. Yang terkini, Afgan mengaku tak mampu menahan perasaan tersebut setelah membaca laporan hasil penjualan musik digital.

"Baca laporan income (penjualan musik) digital sedih juga. Lumayan sedih, padahal penduduk Indonesia jumlahnya banyak," ujar Afgan dalam wawancara di The Hook, Jakarta Selatan, Kamis (11/2/2016).

Lanjut dia, ini mengindikasikan bahwa pembajakan karya-karya musik masih merajalela.

"Impact-nya pembajakan untuk musisi itu. Musisi merasa lesu, kerjanya setengah-setengah, ngerasa enggak dihargain. Penggemar enggak memberikan apresiasi yang baik," tuturnya.

Beruntung, Afgan masih bisa sedikit bernapas lega karena penjualan albumnya secara fisik masih dihargai dengan baik.

"CD fisik masih terjual 890 ribuan, masih aman. Digital sih yang memang revenue-nya semakin ke sini semakin mengecil," tuturnya.

Kendati agak kecewa dengan penjualan album secara digital, Afgan mengaku bahwa ia tetap bersemangat dalam berkarya.

"Beberapa tahun lalu sempat stuck sih. Tapi sekarang makin baik. Asal tetap musik berkualitas," kata Afgan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X