Gal Gadot, "Wonder Woman" yang Mantan Tentara Israel

Kompas.com - 08/03/2016, 08:46 WIB
Aktris Gal Gadot berperan sebagai Diana Prince alias Wonder Woman dan Ben Affleck sebagai Bruce Wayne/Batman dalam salah satu adegan film Warner Bros. Entertainment Inc.Aktris Gal Gadot berperan sebagai Diana Prince alias Wonder Woman dan Ben Affleck sebagai Bruce Wayne/Batman dalam salah satu adegan film "Batman v Superman: Dawn of Justice".
EditorKistyarini
KOMPAS.com - Film Batman v Superman: Dawn of Justice akan ditayangkan serentak di seluruh dunia pada 25 Maret mendatang.

Selain Batman dan Superman, ada satu karakter yang ditunggu kehadirannya dalam film itu. Dialah Diana Prince atau Wonder Woman, yang dalam film ini diperankan oleh aktris Israel, Gal Gadot.

Gadot mengakui menjadi artis bukan cita-citanya. "Dulu saya ingin menjadi pengacara. Saya tidak pernah punya keinginan jadi aktris," katanya kepada majalah Glamour.

Namun berbagai peristiwa dalam hidupnya ternyata membawanya ke dunia hiburan.

Awalnya dia dibujuk untuk ikut kontes Miss Israel dan menang. Ia dinobatkan menjadi Miss Israel pada tahun 2004 dan berhak mewakili negara itu dalam ajang Miss Universe.

"Waktu datang di ajang Miss Israel, saya memberontak. Saya datang terlambat. Tidak memakai gaun panjang. Padahal semua peserta diminta mengenakan gaun panjang saat sarapan. Siapa yang mau memakai gaun malam jam 10.30 pagi?" kata Gadot.

Gayanya yang berapi-api itu sangat berguna ketika dia menjadi personel militer Israel. Di situ ia menjadi pelatih pertempuran.

"Begini, saya sebenarnya berharap semua negara tidak memerlukan tentara. Namun di Israel, menjadi tentara adalah bagian dari menjadi warga negara. Anda harus berbakti kepada negara," papar perempuan kelahiran 30 April 1985 itu.

Setelah keluar dari dunia militer, Gadot sibuk dengan urusan pribadi. Ia menikah dengan seorang pengusaha, Yaron Versano, pada 2008. Dari perkawinan itu, lahirlah Alma, yang kini berusia 4 tahun.

Saat itu karier Gadot di dunia film melejit. Ia menjadi Giselle dalam film Fast & Furious (2009), dilanjutkan dengan Fast Five (2011), dan Fast & Furios 6 (2013).

Saat itu ia sudah menjadi ibu. "Saya benar-benar cemas karena harus bepergian dengan anak, pindah dari satu negara ke negara lain," kenangnya.

"Suami saya bilang, 'Gal, kamu ingin jadi teladan seperti apa. Jika kamu ingin menunjukkan pada Alma bahwa dia bisa mengejar cita-cita, itulah yang harus kamu lakukan, dan kita yang memikirkan caranya," Gadot menirukan perkataan sang suami.

Sekarang, Alma juga sudah mengidolakan Wonder Woman.

"Sekarang kalau Anda bertanya "mana Ibu", dia akan menyilangkan tangan dan bilang "Wonder Woman!" Dia sudah melihat kostum Wonder Woman. Dia tanya mengapa saya memakai tiara dan apa artinya buat dia. "Ibu, apa aku princess?" tutur Gadot.



Sumber People
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Goenawan Mohamad tentang Gandari, 'Tempo', dan Don Quixote

Goenawan Mohamad tentang Gandari, "Tempo", dan Don Quixote

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X