Tantangan Terbesar Konser Joey Alexander di Jakarta

Kompas.com - 16/05/2016, 10:15 WIB
Joey Alexander tampil membawakan komposisi lagu 'Giant Steps' dari album My Favorite Things dalam Grammy Awards Premiere Ceremony, di Microsoft Theater, Los Angeles, AS, Senin (15/2/2016) waktu setempat atau Selasa (16/2/2016) pukul 04.00 WIB. grammy.comJoey Alexander tampil membawakan komposisi lagu 'Giant Steps' dari album My Favorite Things dalam Grammy Awards Premiere Ceremony, di Microsoft Theater, Los Angeles, AS, Senin (15/2/2016) waktu setempat atau Selasa (16/2/2016) pukul 04.00 WIB.
|
EditorKistyarini

JAKARTA, KOMPAS.com -- Pianis muda Indonesia, Joey Alexander (12), akan menggelar konser perdananya di Jakarta, tepatnya di JIExpo Kemayoran, pada 22 Mei 2016 mendatang.

Direktur Kreatif konser Joey, Didiet Shambazy, mengungkapkan bahwa ada tantangan paling besar yang dihadapi oleh penyelenggara.

"Dari sisi produksi, ini kan pertama kali penataan suaranya sangat disiapkan khusus, HD sound design. Jadi itu mungkin yang tantangan terbesar untuk penyelenggara," ucapnya saat dihubungi Kompas.com, Minggu (15/5/2016).

Dengan penataan suara seperti itu, para penonton diharapkan bisa mendengar permainan piano Joey secara merata. Suara yang dihasilkan melaui HD sound akan terasa lebih alami.

Agar dapat mewujudkan itu, lanjut Didiet, pihaknya melakukan riset terlebih dahulu. "Itukan melibatkan vendor, sound engineer. Ini diriset dulu sebelum ide ini diaplikasikan. Jadi tantangan terbesar, memastikan show design itu bisa ditampilkan seperti yang kami inginkan," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, penampilan Joey bersama pemain contra bass, Dan Chmielinski, dan drummer, Jeff "Tain" Watts, itu nantinya disajikan dengan tata suara yang jarang digunakan pada konser-konser lainnya.

"Ini enggak lazim di seluruh dunia. Enggak pernah dilakukan," tutur konseptor dan penata suara konser Joey, Irsan Wallad, dalam media gathering di iCanStudio, Jakarta Selatan, Kamis (21/4/2016) malam.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Mengapa disebut tak lazim?

Karena secara teknis tata suara, dalam konser tersebut tak akan menggunakan pengeras suara atau speaker besar berkapasitas 20.000 watt dengan suara meledak-ledak, yang umumnya digantung di dekat panggung.

Konser itu akan memakai speaker kecil yang ukurannya hanya delapan inci. Puluhan speaker itu akan disebar di delapan titik di seluruh ruangan konser. Tujuannya agar setiap penonton dapat mendengar suara yang alami dari pemainan piano Joey berpadu drum dan contra bass.

"Jadi kami akan sajikan sebuah konser yang big, live dan akustik," kata Irsan.

"Kami kejar sound yang rata dan detail untuk mengisi seluruh ruangan, jadi bisa bener-bener dengarkan suara sama kayak mendengarkan CD. Perlu dicatat, ini the first jazz concert in HD sound design," tambahnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.