KPK: Kakak dan Dua Kuasa Hukum Saipul Jamil Lakukan Dugaan Suap

Kompas.com - 16/06/2016, 15:02 WIB
Kepala Biro Hubungan Masyarakat KPK Yuyuk Andriati (kiri) bersama Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan saat jumpa pers terkait operasi tangkap tangan (OTT) di Gedung KPK, Jakarta (16/6/2016). Dalam OTT tersebut KPK mengamankan barang bukti uang sebesar Rp 250 juta serta menetapkan empat orang tersangka yaitu pengacara Saipul Jamil, Berthanatalia Ruruk Kariman dan Kasman Sangaji, panitera pengganti Pengadilan Negeri Jakarta Utara Rohadi, dan kakak Saipul Jamil, Samsul Hidayatullah yang tertangkap suap terkait pengurangan vonis perbuatan asusila terhadap anak. KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMOKepala Biro Hubungan Masyarakat KPK Yuyuk Andriati (kiri) bersama Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan saat jumpa pers terkait operasi tangkap tangan (OTT) di Gedung KPK, Jakarta (16/6/2016). Dalam OTT tersebut KPK mengamankan barang bukti uang sebesar Rp 250 juta serta menetapkan empat orang tersangka yaitu pengacara Saipul Jamil, Berthanatalia Ruruk Kariman dan Kasman Sangaji, panitera pengganti Pengadilan Negeri Jakarta Utara Rohadi, dan kakak Saipul Jamil, Samsul Hidayatullah yang tertangkap suap terkait pengurangan vonis perbuatan asusila terhadap anak.
|
EditorKistyarini

JAKARTA, KOMPAS.com -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan telah menangkap tangan kakak kandung dan dua kuasa hukum penyanyi dangdut Saipul Jamil (35), Rabu (15/6/2016) siang kemarin.

"Inisial BN dan K, pekerjaan pengacara. Kemudian, SH yang merupakan kakak dari SJ, yang dalam hal ini sedang dalam penanganan di PN Jakarta Utara," kata Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan, dalam jumpa pers di gedung KPK, Jakarta Selatan, Kamis (16/6/2016).

Ia mengatakan selain ketiga orang itu, KPK juga mengamankan dua panitera muda PN Jakarta yang berinisial R dan DS bersama dua orang sopir. Total ada tujuh orang yang diamankan KPK dari empat lokasi terpisah.

"Rabu pukul 10.40 WIB, KPK mengamankan penasehat hukum BN dan K, kemudian seorang panitera dari PN Jakut berinisial R di daerah Sunter sesaat setelah penyerahan sejumlah uang dari BN kepada R," tuturnya.

Ia menerangkan, dari penyidikan awal penyerahan uang senilai ratusan juta tersebut diduga berkait perkara tindak asusila oleh SJ yang disidangkan di PN Jakarta Utara.

"Menginginkan pengurangan dan kemudian putusannya tiga tahun dan pasalnya 292 KUHP," ucap Basaria.

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X