"Star Trek Beyond", Mempertahankan Perdamaian Galaksi

Kompas.com - 20/07/2016, 21:04 WIB
Star Trek Beyond mengenalkan karakter Jaylah yang diperankan Sofia Boutella. ISTIMEWAStar Trek Beyond mengenalkan karakter Jaylah yang diperankan Sofia Boutella.
EditorIrfan Maullana

JAKARTA, KOMPAS.com - Kapten James T Kirk (Chris Pine) bersama para awak Enterprise sedang menjalani misi lima tahun perjalanan menjelajah luar angkasa.

Di tengah misi penyelamatan, kapal mereka mendadak diganggu tamu tak diundang, alien bernama Krall (Idris Elba) dan anteknya Manas (Joe Taslim) yang mengincar senjata kuno untuk menyerang stasiun luar angkasa Yorktown.

Bencana tak terduga yang merusak kapal membuat para awak terdampar di planet antah berantah bernama Altamid dalam keadaan tercerai berai.

Kapten Kirk terdampar bersama navigator Pavel Chekov (mendiang Anton Yelchin). Spock (Zachary Quinto) jatuh di tempat lain dengan dokter Leonard "Bones" McCoy (Karl Urban).

Sementara itu, Montgomery Scott alias Scotty (Simon Pegg) berjumpa dengan Jaylah (Sofia Boutella), perempuan tangguh misterius yang menyelamatkan nyawanya.

Jaylah berjanji membantu Scotty mencari teman-temannya asalkan Scotty mau membalas budi.

Mereka berusaha agar dapat berkumpul kembali dan menyelamatkan semua kru yang disandera Krall, termasuk Letnan Nyota Uhura (Zoe Saldana) dan Letnan Hikaru Sulu (John Cho) serta memperingatkan stasiun luar angkasa Yorktown atas bahaya yang mengintai.

Star Trek Beyond hadir bertepatan dengan perayaan 50 tahun serial yang diciptakan Gene Roddenberry. Sekuel ketiga dari reboot yang pertama kali dibuat JJ Abrams pada 2009 ini dibesut oleh sutradara Justin Lin yang sebelumnya menggarap beberapa film The Fast and the Furious.

Abrams yang menyutradarai dua film sebelum Beyond memilih Justin Lin untuk menggantikannya karena kecintaannya pada Star Trek.

"Saya tahu dia pasti bisa menangani adegan-adegan laga, tapi yang paling saya suka adalah ia benar-benar mengenal karakter tersebut. Dia orang yang cocok," kata Abrams yang kini menjadi produser.

Ketimbang dua film sebelumnya, jalan cerita ipaling mengingatkan pada petualangan dalam serial asli Star Trek.

Film pertama pada 2009 berkisah tentang proses pembentukan kru yang nantinya menjadi kelompok solid layaknya keluarga.

Sekuelnya memperlihatkan ketika kelompok itu harus bekerja sama menghadapi ancaman baru.

Pengambilan gambar yang berlatar belakang planet Altamid dilakukan di Vancouver, sedangkan shooting stasiun luar angkasa Yorktown yang futuristik dengan segala macam spesies makhluk hidup berlokasi di Dubai.

Skenario Star Trek Beyond yang digarap oleh Simon Pegg dan Doug Jung berisi bumbu jenaka di sela adegan penuh aksi menegangkan.

Interaksi kocak antara Spock-Bones yang karakternya berseberangan -sehingga menimbulkan adu mulut- patut dinantikan. Kepergian aktor Leonard Nimoy, pemeran Spock dalam serial asli Star Trek yang tutup usia pada Februari 2015, juga dikenang dalam Star Trek Beyond.

Di dalam skenario, Spock merasakan duka mendalam kala mendengar kabar duka bahwa "Spock Prime" (Nimoy yang menjadi kameo dalam film Star Trek Into Darkness yang tayang pada 2013) telah meninggal dunia.

Kesedihan yang terlihat di kamera juga dirasakan Zachary Quinto yang berteman baik dengan almarhum Nimoy. Ini pun menjadi film terakhir Anton Yelchin yang tewas pada Juni lalu akibat insiden yang membuatnya terjepit di antara pilar bata dan mobilnya sendiri.

Karakter baru

Mengingat tahun ini adalah perayaan ke-50 tahun Star Trek, tim kostum dan makeup bekerja sama menciptakan 50 ras alien unik dalam Beyond. Termasuk Jaylah, Krall, dan tentunya Manas.

Jaylah si perempuan tangguh terinspirasi dari karakter Jennifer Lawrence dalam film Winter Bone. Pegg mengemukakan nama "Jaylah" akhirnya diputuskan setelah sekian lama terus menyebut karakter itu sebagai "J-Law".

Dia dideskripsikan sebagai sosok penyendiri, membela dirinya sendiri, dan mencoba bertahan hidup tanpa bantuan orang lain. Idris Elba tertarik memerankan Krall karena alien itu punya latar belakang masa lalu yang rumit.

Saat pertama kali membicarakan Krall, peraih Golden Globe itu berdiskusi lewat telepon dengan sutradara selama sejam lewat mengenai filosofi si alien yang bertentangan dengan Federasi.

Elba berusaha merumuskan sosok Krall dari A-Z: cara berbicara, gestur, kondisi fisik hingga apa yang membuatnya berada di pihak yang berseberangan dengan Federasi.

"Jika kau sudah tahu kenapa, maka dia bukan lagi seorang monster. Ada alasan untuk segala perbuatan yang dilakukannya," kata Elba.

Aktor Indonesia Joe Taslim mendampingi Idris Elba sebagai karakter alien bernama Manas. Tawaran menjadi Manas datang dari Justin Lin yang sebelumnya bekerja sama dengan Joe dalam Fast & Furious 6.

Kesempatan emas itu tidak disia-siakan aktor yang ingin membawa nama Indonesia ke film-film blockbuster. Selama sebulan, Joe mempelajari dialog-dialog dalam bahasa alien.

Joe diberi kebebasan untuk menyampaikan kalimat-kalimat tersebut, seperti nada, intonasi, hingga bagian mana yang sebaiknya dibuat parau. Setelah interpretasinya disetujui, ia harus mempraktikkannya persis seperti itu saat pengambilan gambar.

Joe, Elba, dan Boutella sama-sama harus berakting di dalam kostum dan make up prostetik yang proses pemasangannya memakan waktu lima jam. Mereka didandani sejak dini hari sebelum shooting pagi hari dimulai.

Joel Harlow, pemenang Oscar untuk Tata Rias Terbaik, kerap turun langsung untuk mendandaninya. Tata rias khusus ini tidak berupa topeng, melainkan delapan bagian yang ditempel menutupi kepalanya.

Bagian-bagian itu dirancang agar sesuai dengan struktur wajahnya, seperti rahang, tulang pipi dan mata sehingga ekspresi Manas berubah sesuai mimik Joe Taslim.

Make up prostetik dan kostum Manas memiliki bobot sekitar tujuh kilogram yang bertambah berat ketika Joe bersimbah keringat saat beraksi dalam adegan laga.

Ventilasi pada kostum terbatas, sampai-sampai ia harus menelengkan kepala agar keringat yang membanjir dapat keluar dari lubang telinga.

Terperangkap dalam kostum dan make up seperti itu selama berjam-jam sempat membuat Joe mengalami klaustrofobia sepekan pertama.

Star Trek Beyond mulai ditayangkan pada 20 Juli 2016. Setelah Beyond, film Star Trek keempat juga telah dipersiapkan dengan membawa kembali Chris Hemsworth sebagai George Kirk, ayah dari Kapten Kirk.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Goenawan Mohamad tentang Gandari, 'Tempo', dan Don Quixote

Goenawan Mohamad tentang Gandari, "Tempo", dan Don Quixote

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X