Ariana Grande Ditolak Gedung Putih gara-gara Aksi Jilat Donat

Kompas.com - 26/07/2016, 09:22 WIB
EditorKistyarini

KOMPAS.com - Penyanyi Ariana Grande sudah meminta maaf kepada publik Amerika terkait kelakuannya yang tidak terpuji pada 4 Juli 2015 lalu.

Ketika itu ia menjilat donat yang dipajang di rak sebuah toko di California. Padahal donat itu belum dibelinya.

Ia semakin dikecam karena setelah menjilat donat, ia mengatakan, "aku benci orang Amerika" dan "aku benci Amerika".

Video yang mendapat tagar "DonatGate" itu menjadi viral setelah diunggah oleh situs hiburan TMZ.

Ia memang sudah meminta maaf melalui dua video yang diunggah di YouTube. Penggemarnya mungkin sudah melupakannya. Namun Gedung Putih mencatatnya.

Akibat kelakuannya itu ia gagal mendapat kehormatan tampil di hadapan Presiden Barack Obama dalam sebuah acara di Gedung Putih pada September 2015 lalu.

Penolakan Gedung Putih itu terungkap dari sejumlah email yang dibocorkan oleh WikiLeaks pada Jumat (22/7/2016) lalu.

Menurut surat elektronik bertanggal 10 September 2015 yang dikirim Democrat National Committee Finance Chair Zachary Allen mengusulkan Grande diminta tampil di Gedung Putih.

Namun staf kantor dan kediaman resmi Presiden AS itu menolak.

"Ariana Butera (nama asli Grande) tertangkap kamera sedang menjilat donat orang lain lalu mengatakan dia membenci Amerika," demikian jawaban dari staf Gedung Putih.

Dia menambahkan, insiden itu dijadikan peluru oleh seorang anggota Kongres Partai Republik untuk menyerang pemerintah dan Partai Demokrat.

Anggota Kongres tersebut menyebut kalangan liberal, yang digunakan untuk menyebut Demokrat, menerapkan standar ganda dalam kasus tersebut.

"Mereka (liberal) tidak marah pada Ariana Grande tetapi mengecam Donald Trump yang mengkritik orang Meksiko," kata staf tersebut mengutip omongan anggota Kongres itu.

Selama ini Grande dikenal sebagai pendukung Hillary Clinton. Pada April 2015 lalu, ia menyatakan dukungannya kepada calon presiden dari Partai Demokrat itu melalui sebuah tweet.

Sementara itu Billboard melaporkan,  pelantun "Into You" itu untuk tampil di Konvensi Nasional Partai Demokrat di Philadelphia pekan ini.

Juru bicaranya mengungkapkan Grande tidak bisa tampil karena acara itu berbenturan dengan jadwalnya.

Ia sedianya diminta berduet dengan seorang legenda musik soul pada acara penutupan konvensi yang akan menetapkan Hillary Clinton sebagai capres partai.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.